yogyakarta, yogya, jogja, diy, sultan, hamengku buwono, prambanan, budaya, borobudur, mataram, desa budaya, seni, fky,
c
Monday, 5 July 2010
Sunday, 30 May 2010
Saturday, 27 February 2010
MUSEUM GUMUK PASIR
Walaupun demikian, hingga akhir Oktober 2004, museum yang terletak di pantai selatan Yogyakarta ini belum selesai dibangun sehingga mayoritas koleksi masih berada di Fakultas Geografi UGM. Sementara cikal bakal museum sudah dimulai tahun 1992 atas prakarsa Dr. Suratman Worosuprojo, M.Sc, dosen pengajar di fakultas tersebut.
Museum yang berada di tengeh-tengah Gumuk Pasir ini termasuk sesuai dengan namanya banyak mengkoleksi banyak jenis batuan-batuan, mineral, herbarium, Pantai Parangtritis, (Laquer Feel), foto, maket, jenis pasir, karang, binatang laut, dan CD tipologi pantai indonesia. Museum yang termasuk paling muda menjadi anggota Barahmus ini belum banyak memiliki fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung kecuali : tempat parkir, toilet, dan tempat rekreasi berupa gumuk dan pantai. Telepon yang dapat diakses adalah (0274) 902332, 902336, dan HP. 08122966075.
MUSEUM RUMAH SAKIT DR. YAP
Sebagian besar koleksi berubungan dengan peralatan kedokteran bagian mata, peralatan rumah tangga, foto, lukisan, buku, benda elektronik yang berjumlah lebih dari 900 buah. Lukisan Dr. Yap Hong Tjoen merupakan koleksi unggulan. Museum ini juga mempunyai koleksi berupa piring sebagai penghargaan dari Kedaulatan Rakyat saat merayakan HUT-nya ke 10 yang diberikan kepada Dr. Yap atas jasanya memberikan nama surat kabar harian berjudul “ Kedaulatan Rakyat”.
Fasilitas yang ada di museum ini antara lain : Rs Mata “Dr. Yap”, mushola, tempat parkir, perpustakaan, kantin, wartel dan toilet. Telepon yang dapat diakses adalah : (0274) 547448, 550380, 562054.
MUSEUM GEMBIROLOKO
Museum Gembiro Loko termasuk salah satu museum di Yogyakarta yang koleksinya paling lengkap terdiri dari jenis tumbuh-tumbuhan dan hewan hidup dan mati. Koleksi tumbuhan tidak kurang dari 60 spesies tanaman langka, seperti miri hutan, kepel, randu alas, keben, siperes dan lain-lain. Sementara spesies hewan yang dimiliki Gembiroloko berjumlah tidak kurang dari 311 jenis, seperti : harimau, kuda nil, jerapah, anoa, gajah, buaya, dll.
Gembiro Loko memiliki banyak fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung dan masyarakat umum, seperti unta tunggang, gajah tunggang, perahu mesin, kantin, becak air, kereta mini, mushola, tempat parkir, toilet, informasi, tempat istirahat, wartel, kantin, pusat oleh-oleh, dll. Telepon yang dapat diakses adalah (0274) 373861,374792 dan fax. 384666.
MUSEUM KAYU WANAGAMA
Museum ini diresmikan pada tanggal 8 Agustus 1998 oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Menteri Kehutanan RI. Ir. Muslimin Nasution.
Bangunan Museum Kayu Wanagama berbentuk rumah panggung. Bahan material bangunan dari tanah hingga lantai merupakan konstruksi beton, lantai dan dinding dari bahan kayu, sedang atap dari genteng tanah.
Koleksi museum antara lain : meja lurah dari Jepara, Arca Gupolo dari kayu sengon, meja dan kursi mantan Menteri Kehutanan RI Ir. Sudjarwo, gebyok kayu jati berukir khas Jepara, fosil kayu jati yang berumur ratusan tahun, serta aneka macam barang kerajinan kayu dari berbagai daerah di Indonesia.
Fasilitas yang mendukung museum : warung makan khas Wanagama, Pasar Seni, Agroforestry, berbagai jenis pertamanan percobaan (jati monfori, nangka, perupuk, acacia, dan lain-lain), Camping Ground ( areal perkemahan), kelas 4 ruang, asrama, dan gedung serba guna. Telepon yang bisa diakses adalah (0274) 545639.
MUSEUM RUMAH BUDAYA JAWA TEMBI
Museum ini memiliki koleksi sebanyak 1.200 buah yang terdiri dari siklus hidup dan peralatan tradisional masyarakat Jawa seperti : pertanian, perikanan, dolanan anak, rumah tangga, senjata, foto, peralatan sirkus hidup, gamelan, wayang, vcd pertunjukan tradisional, buku, majalah, dan naskah.
Museum yang terletak di tengah sawah di Dusun Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul ini dilengkjapi dengan pendopo, seperangkat gamelan slendro pelog, tempat parkir, galeri, mushola, dan perpustakaan. Museum ini juga menerbitkan majalah “Tembi” dua bulan sekali dan setiap minggu diakses di internet dengan web: www.tembi.org. Telepon yang dapat diakses (0274) 368001 368000.
MUSEUM SENI LUKIS KONTEMPORER INDONESIA (SLKI) NYOMAN GUNARSA
Bangunan yang semula merupakan tempat tinggal Nyoman Gunarsa ini berdiri di atas tanah seluas 1000 m2 dan terdiri dari dua bangunan bercorak tradisional dengan kombinasi modern.
Koleksi museum berupa lukisan pribadi Nyoman Gunarsa yang dikumpulkan dari berbagai pelukis yang mampu untuk mewakili waktu dari karya lukis itu dibuat koleksi yang terkupul kurang lebih 500 karya lukis.
Perlu diketahui bahwa saat ini Nyoman Gunarsa sedang mengembangkan museumnya di Klungkung Bali. Telpon yang bisa di Akses adalah (0274) 564330.
MUSEUM SONOBUDOYO UNIT II DALEM CONDROKIRANAN
Perluasan ruang pameran ini menempati lokasi di Kompleks Dalem Condrokiranan yang terletak di Jalan Wijilan Yogyakarta. Semula Dalem Condrokiranan merupakan tempat tinggal Adipati Anom Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Mataram yang kemudian bergelar Ngarso Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwono III. Selanjutnya “dalem“ atau rumah itu menjadi milik Gusti Pangeran Wijil yang mempunyai putra bernama Kanjeng Raden Tumenggung Wijil yang mewarisi rumah tersebut. KRT Wijil merupakan menantu dari Ng.D.S.D.I.S. Kanjeng Sultan Hamengku Buwono VII dari putri yang bernama Kanjeng Ratu Dewi.
Putri itu menjadi terkenal karena beliau adalah pendiri Gerakan Wanita Utama. Dalem Wijilan kemudian diambil alih oleh Ng.D.DS.D.I.S Kanjeng Sultan Hamengku Buwono VII diganti dengan Dalem Yudonegaran (bekas rumah Bendoro Pangeran Haryo Yudonegoro) selanjutnya Dalem Wijilan diberikan kepada putranya yang bernama Bendoro Pangeran Haryo Joyowinoto. Selanjutnya oleh Bendoro Pangeran Haryo Joyowinoto rumah itu dijual kepada Gusti Kanjeng Condrokirono istri K.P.H Danurejo VIII Patih Yogyakarta yang terakhir, sehingga dikenal dengan sebutan Dalem Condrokiranan.
Penduduk sering juga menyebutnya Dalem Harjokusuman, sesuai dengan nama pemiliknya KRT. Harjokusumo atau Patih Danurejo VIII. Kemudian oleh GKR. Condro Kirono rumah itu dijual kepada bapak Suwondo dan diwariskan kepada putra-putrinya.
Akhirnya rumah itu dibeli oleh pemerintah dan dijadikan museum yang diberi nama Museum Sonobudoyo Unit II Dalem Condrokiranan yang pengelolanya berada di bawah naungan Museum Sonobudoyo Unit I.
Wujud koleksi Museum Sonobudoyo Unit II Dalem Condrokiranan merupakan visualisasi etnografi Daerah Istimewa Yogyakarta. Fasilitas lain yang mendukung Museum diantaranya : gedung pertemuan, musola, tempat parkir. Telepon yang dapat diakses adalah (0274) 373617
MUSEUM LUKIS AFANDI
Affandi yang mendapat julukan “Pelukis Maestro” tingkat dunia mempunyai koleksi sebagian besar berupa lukisan kertas, cat air, pastel, dan cat minyak sejumlah sekitar 300 (tiga ratus) buah. Affandi juga mengkoleksi lukisan karya teman-teman seprofesinya seperti: lukisan Sudjoyono, Hendra Gunawan, Barli, Muchtar Apin, Popo Iskandar, dan lain-lain. Koleksi lain museum Affandi adalah mobil sedan Mitsubisi Gallant tahun 1975, sepeda Reliegh tahun 1975, lukisan keluarga milik Maryati, Kartika, Rukmini, Juki Affandi, dan sebagainya.
Museum Affandi memiliki beberapa fasilitas antara lain : galeri, sanggar, kolam renang, kafe, perpustakaan, toko souvenir, tempat parkir, dan toilet. Telepon yang dapat diakses (0274) 562593.
MUSEUM PURO PAKU ALAMAN
Museum Puro Paku Alam merupakan museum bercorak khusus yang hanya menggambarkan budaya dan sistem pemerintahan Praja Paku Alaman .
Museum Puro Paku Alaman menempati tiga ruangan di dalam kompleks Puro Paku Alaman di bagian sayap muka sebelah timur. Untuk menuju museum melewati pintu gerbang yang disebut Regol Wiwara Kusuma. Pada bagian atasnya berhiaskan lambang mahkota Praja Paku Alaman, lunglungan tanaman dan angka tahun pembuatannya tanggal 7 Agustus 1884 pada pemerintahan Sri Paku Alam ke V. Di bawah tanggal terdapat tulisan huruf jawa : Wiwara Kusuma Winayang Reka, sebuah semboyan yang berarti Pengayom Keadilan dan Kebijaksanaan.
Koleksi museum Puro Paku Alaman terdiri dari benda-benda bersejarah berupa peralatan perang, peralatan upacara, peralatan masak, kereta-kereta yang pernah digunakan oleh penguasa Puro Paku Alaman, dan naskah-naskah kuno yang ditata di dalam 3 (tiga) ruang pameran tetap. Telepon yang dapat diakses adalah (0274) 562161.
MUSEUM MONUMEN P. DIPONEGORO SASANA WIRATAMA
Museum ini memiliki koleksi sejumlah 195 buah termasuk beberapa peninggalan artefak yang berada diluar gedung seperti tempat wudlu, comboran (tempat minum kuda), dinding berlubang (tembok jebol), dan yoni. Sebagian besar koleksi berupa peralatan perang di masa pra kemerdekaan, seperti : keris, tombak, pedang, cincin, subang, timang bedhil, tameng, bandhil, perlengkapan kuda, dan panah.
Koleksi unggulan dari museum ini adalah tembok jebol yang diyakini sebagai jalan meloloskan diri Pangeran Diponegoro dari kepungan Belanda.
Beberapa fasilitas yang dapat dipakai oleh pengunjung dan masyarakat umum, seperti : penginapan, pendopo, tempat parkir, gamelan laras Slendro & Pelog, serta toilet. Telpon yang bisa diakses adalah (0274) 622668.
MUSEUM DEWANTARA KIRTIGRIYA
Museum ini banyak mengkoleksi benda peninggalan Ki Hajar Dewantara. Koleksi keseluruhan sekitar 3.000. buah yang meliputi : Perabot rumah tangga, naskah, foto, koran, buku, majalah, dan surat-surat. Koleksi termuda berupa naskah syair tahun 2003 karya Koh Hwat seorang keturunan Tionghoa.
Museum ini dilengkapi dengan fasilitas antara lain pendopo, auditorium, perpustakaan, tempat parkir, toilet, dan musolla. Telepon yang bisa diakses adalah (0274) 377459 dan 377120.
MUSEUM NEGERI SONOBUDOYO
Tanah untuk bangunan museum merupakan hadiah dari Sri Sultan Hamengku Buwono VIII dan dimulai dengan pembangunan pendapa kecil dengan candra sengkala “Buta Ngrasa Esthining Lata” yang bermakna tahun 1865 Jawa atau tahun 1934 Masahi. Peresmian museum ini dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VIII pada tanggal 6 Nopember 1935 dengan candra sengkala “ Kayu Winayang ing Brahmana Budha ” yaitu angka tahun 1866 Jawa atau tahun 1935 Masehi.
Bangunan gedung museum direncanakan oleh Ir. Th. Karsten serta pengawas dan penasehat Ir.L.J. Moens di atas tanah seluas 7.867 m2.
Koleksi museum berjumlah kurang lebih 43.263 buah, dan diklasifikasikan dam 10 jenis koleksi, yaitu : Koleksi Geologika, Koleksi Biologika, Koleksi Etnografika, Koleksi Arkeologika, Koleksi Historika, Koleksi Numesmatika / Heraldika, Koleksi Filologika, Koleksi Keramikologika, Koleksi Seni Rupa, dan Koleksi Teknologika.
Fasilitas yang mendukung antara lain : perpustakaan, gedung pertemuan, mushola, pagelaran wayang kulit durasi singkat setiap malam, tempat parkir kendaran, dan toilet. Telpon yang dapat diakses adalah (0274) 3885664 dan Fax : (0274) 385664.
Friday, 20 March 2009
museumdewantarakirtigriyasebagaiodtwbudaya1
MUSEUM
DEWANTARA KIRTI GRIYA SEBAGAI OBYEK DAN DAYA TARIK WISATA BUDAYA
PENDAHULUAN
Pengembangan Pariwisata di DIY dilaksanakan dengan
pembagian Propinsi DIY menjadi lima Kawasan Pengembangan Pariwisata
(KPP). Untuk KPP Kota Yogyakarta arahan pengembangannya adalah Wisata
Budaya dan Wisata Minat Khusus. Hal ini sesuai dengan potensi Kota
Yogyakarta, yaitu:
5 dari 13 Kawasan Cagar Budaya di DIY berada di Kota
Yogyakarta
7 dari 8 tempat pertunjukan kesenian berada di Kota
Yogyakarta
16 dari 22 museum di DIY berada di Kota Yogyakarta
Museum
merupakan sebuah lembaga yang bersifat permanen, melayani kepentingan
masyarakat dan kemajuannya, terbuka untuk umum, tidak bertujuan
mencari keuntungan yang mengumpulkan, memelihara, meneliti,
memamerkan, dan mengkomunikasikan benda-benda pembuktian material
manusia dan lingkungannya, untuk tujuan-tujuan studi, pendidikan, dan
rekreasi (FFJ Schouten, PengantarDidaktik Museum,Jakarta,Proyek
Pembinaan Permuseuman, Ditjen Kebudayaaan, 1992: 3).
Kebijaksanaan
permuseuman sejak tahun 1997 dipegang oleh Dinas Kebudayaan Propinsi
DIY. Namun sebelumnya pada tahun 1971 telah berdiri Badan Musyawarah
Musea (Barahmus) DIY dan pada 28 Oktober 1998 berdiri Badan
Musyawarah Museum-Museum Indonesia (BMMI) yang telah menjadi anggota
Internasional Council of Museum (ICOM).
Museum sebagai
salah satu potensi budaya di DIY ternyata sering terabaikan oleh para
pelaku wisata dan pendapatan sektor museum menempati urutan kelima
dari tujuh sub sektor pariwisata.
PENDAPATAN
SUB SEKTOR PARIWISATA DI DIY
PADA
TAHUN 1994-1996
NO. | SEKTOR | 1994 | 1995 | 1996 |
1 | Pajak | 17% | 31,9% | 58,4% |
2 | Obyek | 17,1% | 17,2% | 17,6% |
3 | Bioskop | 41,7% | 32,6% | 14,1% |
4 | Pajak | 17,5% | 12,6% | 4,1% |
5 | Museum | 3,6% | 3,1% | 3,4% |
6 | Atraksi | 2,8% | 2,5% | 2,3% |
7 | Ijin | 0,3% | 0,3% | 0,1% |
Sumber: Bappeda Prop. DIY
Dengan mengetahui keadaan tersebut kami mengkaji keberadaan museum di
DIY dengan memilih Museum Dewantara Kirti Griya karena:
Museum Dewantara Kirti Griya setelah mengalami
rehabilitasi namun masih terlihat sepi.
Museum yang bernilai sejarah tinggi yang bisa dikatakan
mempunyai potensi menjadi Museum Nasional namun keberadaanya
terabaikan.
II
KEADAAN MUSEUM SAAT INI
Museum Dewantara
Kirty Griya terletak dalam kesatuan komplek Pendopo Agung Taman Siswa
di jalan Tamansiswa, Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Kota
Yogyakarta. Pendopo tersebut oleh Majelis Luhur Tamansiswa dinyatakan
sebagai Monumen Persatuan Tamansiswa, menyatu dengan Museum Dewantara
Kirty Griya.
Bangunan museum adalah bekas kediaman Orang Belanda yang
ditempati Ki Hadjar Dewantara sekeluarga dari tahun 1938 sampai
dengan tahun 1958. Letak rumah memang menghadap ke barat namun
praktis sejak dihuni Ki Hadjar Dewantara, jalan masuk dari arah
selatan (samping) melalui halaman pendopo letak ruang tamu pun ada di
sisi bagian selatan, sehingga benar-benar terlihat dan terasa satunya
kediaman Ki Hadjar Dewantara dengan pendopo agung beserta komplek
kegiatan edukatif kultural yang dulu disebut Perguruan Tamansiswa
Mataram, kemudian beralih nama Ibu Pawiyatan Tamansiswa, yang
berarti induk atau Pusat Perguruan Taman Siswa yang dipimpin langsung
oleh Ki Hadjar Dewantara.
Pada dasarnya koleksi museum Dewantara Kirty Griya
terdiri atas :
Bangunan/rumah
dalam kompleks perguruan Tamansiswa Yogyakarta.
mempunyai luas bangunan 300 m², berdiri di atas tanah 2.720 m².
Bangunan dan tanah dicatat dalam buku Register Angka 1383/IH tahun
1926. Bangunan didirikan pada tahun 1915 dengan material kualitas
prima.
Kumpulan
surat menyurat Ki Hadjar Dewantara.
Hingga hari ini surat yang menjadi koleksi museum berjumlah 879 pucuk
surat. Berkat bantuan Arsip Nasional Republik Indonesia di Jakarta,
kumpulan surat-surat telah dikonservasi dengan tehnik tinggi. Selain
itu telah dibuat mikro film dan disimpan di Arsip Nasional Jakarta;
sedangkan aslinya tetap menjadi koleksi museum Dewantara Kirty Griya.
Perlengkapan
rumah tangga.
Sebagian besar hasil dari pembelian sebidang tanah dan bangunan yang
berada dalam kompleks Tamansiswa jalan Tamansiswa 31 Yogyakarta,
antara lain : tempat tidur, meja tulis, meja-kursi tamu, pesawat
telepon buatan Kellog 1927 Swedia, lemari buku, radio dan lemari.
Dokumentasi
foto.
Foto-foto diawali pada tahun 1904. Koleksi ini telah direproduksi
serta sebagian besar direkam dalam slide. Selain itu museum memiliki
satu unit film dengan judul Ki Hadjar Dewantara, Pahlawan Nasional.
Film ini di buat oleh PFN tahun 1960 dengan ukuran 33 mm dan lama
putar 80 menit. Berkat kemajuan teknologi film dipindah ke kaset
video, dan di hidangkan pada para pengunjung dalam ruangan khusus,
walaupun kondisinya tidak sempurna, namun masih dapat di dengar logat
dan warna nada pembicaraan beliau.
Pustaka
dalam berbagai tulisan dan bahasa.
Penempatan pustaka :
Di
museum Dewantara Krity Griya meliputi ketamansiswaan, politik,
kebudayaan dan pendidikan, yang berjumlah 2341 judul buku.
Di
perpustakaan museum meliputi Sastra Daerah Jawa (3560 judul), Melayu
(423 judul), Bahasa Belanda (3789 judul).
Museum Dewantara Krity Griya dilengkapi dengan perpustakaan museum.
Jam buka museum pada hari kerja mulai pukul 08.00-13.00 WIB. Hari
Jumat buka pukul 08.00-11.00 WIB dan hari sabtu pukul 08.00-12.00
WIB. Pada hari Minggu dan hari besar tutup. Tapi apabila ada
permintaan berkunjung secara tertulis beberapa hari sebelumnya diluar
jadwal tersebut dapat di layani.
Biaya untuk masuk museum bersifat sukarela, bantuan sukarela
digunakan untuk biaya pemeliharaan. Museum Dewantara Kirty Griya
dikelola oleh Yayasan Persatuan Perguruan Tamansiswa, bidang
pendidikan dan kebudayaan Majelis Lulur Tamansiswa.
Adapun susunan pengurus Museum Dewantara Kirty Griya:
Pembina : 1. Ki Dr. Supriyoko, M.Pd (Ketua Bidang
Pendidikan dan Kebudayaan Majelis Luhur Taman Siswa)
2. Ki Nayono (Almarhum)
Ketua : Ki Nayono (Almarhum)
Panitera : Nyi Sri Muryani
III.
KEKUATAN, KELEMAHAN, PELUANG dan TANTANGAN
KEKUATAN
Museum
Dewantara Kirty Griya mempunyai nilai sejarah yang tinggi dan
merupakan museum sejarah lahirnya pendidikan yang bersifat nasional
di Indonesia.
Mempunyai cukup banyak potensi untuk dikembangkan dan
diusulkan menjadi salah satu dari museum nasional.
Museum terletak pada lokasi yang strategis dan mudah
dijangkau
Mempunyai peralatan multimedia (VCD, Slide Proyektor,
Video) untuk menampilkan film tentang Ki Hadjar Dewantara
Keberadaan perpustakaan yang mendukung keberadaan
museum
Koleksi museum yang begitu lengkap
Kebijaksanan
pemerintah di bidang pariwisata dan pendidikan –Wajib
kunjung museum bagi pelajar dan mahasiswa-.
Potensi atraksi pendukung berupa latihan tari dan
pameran di Pendopo Agung Taman Siswa yang sudah teratur
B.
KELEMAHAN
Luas area yang sangat sempit bagi pengembangan museum
Keterbatasan ruang untuk menampilpajangkan seluruh
koleksi museum
Kerusakan koleksi museum yang tersimpan di gudang
akibat keterbatasan ruang
Standart operating procedure pemanduan belum ada
Sarana museum sebagai obyek dan daya tarik wisata
budaya masih kurang; antara lain: tiket box, wahana interpretasi
bagi wisatawan
Perlindungan benda koleksi terhadap manusia dan alam
masih kurang
Keterbatasan
dana pengembangan dan
pengelolaan museum
Perawatan koleksi masih manual dan sederhana
Kualitas SDM yakni petugas museum masih kurang
Jumlah/kuantitas petugas masih kurang saat musim
liburan
C. PELUANG
Pasar
sasaran potensial yaitu siswa Perguruan Taman Siswa yang berkunjung
setiap hari libur
b. Pendopo Agung Tamansiswa yang layak dijadikan gedung pertemuan
umum sekaligus mengajak mereka mengunjungi museum.
D. ANCAMAN
Obyek wisata lain yang sejenis dan lebih berkembang
serta menarik
Apresiasi
pengunjung terhadap museum dan
koleksinya yang masih kurang, misal memegang-megang benda koleksi,
membolak-balik buku koleksi.
IV.
PROGRAM PENGEMBANGAN
Mencari sumber dana dengan
mengadakan tiket box bagi pengunjung ataupun bekerjasama dengan
berbagai LSM dan memanfaatkan Pendopo Agung Tamansiswa
sebagai Gedung Pertemuan umum.
Menjadi anggota/bekerjasama dengan museum lain dalam organisasi
daerah, nasional maupun internasional.
Pengiriman petugas pada berbagai pembinaan permuseuman.
Penambahan tenaga saat libur sekolah dengan menerima siswa PKL.
Pembuatan Wahana Interpretasi bagi pengunjung
Penambahan ruang audio visual dengan dilengkapi semacam café
(museum café) dan didukung keberadaan perpustakaan
Pembuatan perangkat perlindungan koleksi.
Aktif dalam berbagai pameran.
Pengadaan cindera mata khas sebagai pelestari kesan.
10. Mengadakan kegiatan yang aspek
demonstratifnya tinggi dengan melibatkan pasar sasaran yang
dituju-lomba lukis dengan tema-tema tertentu-.
halaman 1
dari 14
definisi museum
Untuk lebih menegaskan definisi
museum, maka para ahli permuseuman tingkat internasional yang
tergabung dalam International Council of Museum (ICOM) di
Copenhagen pada tahun 1974 membuat rumusan tentang museum yaitu:
Museum merupakan sebuah lembaga yang
bersifat permanen, melayani kepentingan masyarakat dan kemajuannya,
terbuka untuk umum, tidak bertujuan mencari keuntungan yang
mengumpulkan, memelihara, meneliti, memamerkan, dan mengkomunikasikan
benda-benda pembuktian material manusia dan lingkungannya, untuk
tujuan-tujuan studi, pendidikan, dan rekreasi (FFJ Schouten,
PengantarDidaktik Museum,Jakarta,Proyek Pembinaan Permuseuman,
Ditjen Kebudayaaan, 1992: 3).
Museum sebagai obyek wisata, untuk
lebih dikenal luas oleh masyarakat maka perlu dilakukan promosi
sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program
pemasaran. Promosi pada hakikatnya adalah suatu kegiatan yang
dimaksudkan untuk menyampaikan atau mengkomunikasikan suatu produk
kepada pasar sasaran, untuk memberikan informasi tentang
keistimewaan, kegunaan, dan yang paling penting adalah tentang
keberadaannya untuk mengubah sikap ataupun untuk mendorong orang
untuk bertindak dalam hal ini membeli1.
Untuk meningkatkan kinerja para petugas di museum, maka
perlu adanya efisiensi kerja. “Efisiensi merupakan konsep kerja
yang mampu memberi makna positif bagi siapa saja yang ingin mencapai
tujuan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga tindak pemborosan
dapat dihindari ( Djihad Hisyam, PDU-FPIPS IKIP Yogyakarta, 1987:
7)”. “Perkataan efisien itu sendiri berasal
1 Fandy Tjiptono,
StrategiPemasaran,(Yogyakarta: Andi Offset, 1995), hlm. 200.
Dari Bahasa Latin effisierre yang
artinya to effect yang berarti menghasilkan, mengadakan,
menjadikan ( Djihad Hisyam, Tanpa Tahun: 7)”.
Selain di bidang kerja, efisiensi
juga dapat diterapkan pada paket-paket wisata yang ditawarkan kepada
wisatawan. Paket wisata adalah suatu tur yang direncanakan dan
diselenggarakan oleh suatu Travel atau Tour Operator
atas risiko sendiri dan tanggung jawab sendiri, yang acara, lamanya
waktu, tempat-tempat yang dikunjungi, akomodasi, transportasi, serta
makanan dan minuman yang telah ditentukan dalam suatu harga yang
sudah ditentukan juga jumlahnya. Atmin D Lehmand yang dikutip oleh
Oka A Yoeti memberi batasan paket wisata adalah:
any advertised tour or a single
destination tour, in closing transportation, accomodation, and other
tour elements or a offering (line a cruise) providing a holiday (Oka
A Yoeti, Tour and Travel Management, Pradnya Paramita,
Jakarta,1991:105).
Salah satu paket wisata yang
sebaiknya ditawarkan oleh sebuah Travel Agent adalah kunjungan
ke museum. “Dari penelitian yang pernah dilakukan ternyata
Travel Agent menguasai 70% dari usaha perjalanan ( Oka A.
Yoeti, 1991: 31)”.
.
rgt sambodo 98/125086/DSA/01163
1
Thursday, 15 January 2009
27 Museum di Propinsi DIY
| Nama | Alamat | Pengelolaan | Kepemilikan | Sifat | Jenis Koleksi | Data koleksi |
| Museum Negeri DIY Sonobudoyo | Alun-Alun Utara, Jl. Trikora No.6 Yogyakarta 55122 Telp. dan Fax. 385664 |
Selasa-Kamis : 08.00 - 13.00 Jumat : 08.00 - 11.00 Sabtu&Minggu: 08.00 - 12.00
Dewasa : Rp Anak-anak : Rp | Pemerintah Pimpinan: Drs. Martono | Umum | Koleksi museum ini terdiri dari:
| Total jumlah koleksi mencapai 43.263 buah |
| Museum Sonobudoyo Unit II Dalem Condrokiranan | Jl. Wijilan Yogyakarta Telp 373617 |
Senin-Kamis : 07.30 – 14.00 Jumat : 07.30 – 11.00 Sabtu : 07.30 – 12.00 Minggu ; tutup
Dewasa : Rp Anak-anak : Rp | Pemerintah Pimpinan: Drs. Martono | Umum | Museum ini mempunyai koleksi dokumentasi, publikasi, dan informasi Daerah Istimewa Yogyakarta yang meliputi alam dan budaya lokal (histori, arkeologi dan etnografi) | |
| Museum Sasmitaloka Pangsar Jendral Soedirman | Bintaran Wetan No.3 Yogyakarta Telp 376663 |
Selasa–Kamis : 08.00 –14.00 Sabtu&Minggu: 08.00 -12.00 Jum’at & hari besar: tutup
| TNI AD Pimpinan : | Khusus | Koleksi museum ini terdiri dari
| Jumlah koleksi mencapai 1.042 buah |
| Museum Dewantara Kirti Griya | Jl. Tamansiswa no. 31 Yogyakarta 55151 Telp. 377459 |
Senin–Kamis : 08.00 –13.0 Jumat : 08.00 –11.0 Sabtu : 08.00 –13.00 Minggu : tutup
| Yayasan Persatuan Perguruan Taman Siswa Pimpinan : | Khusus | Menyimpan segala peralatan dan furniture yang pernah digunakan Ki Hajar Dewantara. | Jumlah koleksi mencapai 3.256 buah |
| Museum Monumen Pangeran Diponegoro Sasana Wiratama | Jl. HOS Cokroaminoto Tegalrejo TR. III No. 430 Yogyakarta Telp. 622668 |
Senin– Sabtu : 08.00 –12.00Minggu : tutup
| Yayasan Rumpun Dipenogoro Pimpinan : | Khusus | Koleksi museum ini terdiri dari berbagai senjata tradisional yang pernah digunakan oleh pengikut Pangeran Diponegoro untuk melawan Belanda, mata uang kuno, lukisan, dan foto-foto. | Jumlah koleksi mencapai 195 buah |
| Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama | Jl. Jenderal Sudirman 75 Yogyakarta Telp. 561417 |
Senin –Jumat : 08.00 –14.00Minggu : 08.00 –12.00Sabtu & hari besar: tutup
| TNI AD Pimpinan | Khusus | Koleksi museum ini terbagi dalam beberapa ruang, antara lain Ruang Jenderal Sudirman, Ruang Letjen Urip Sumoharjo, Ruang Palagan, Ruang Senjata Modal Perjuangan Kemerdekaan, Ruang Dapur Umum, Ruang Alat Perhubungan dan Kesehatan, Ruang Panji-Panji, Ruang Gamad yang berisi berbagai tanda kehormatan bintang dan satya lencana, Ruang Peristiwa-Peristiwa Pemberontakan, Ruang Pahlawan Revolusi, Ruang Penumpasan G 30 S/PKI dan Ruang Orde Baru. | Jumlah koleksi mencapai 5.174 buah |
| Museum Biologi UGM | Jl. Sultan Agung No.22 Yogyakarta Telp. 376571 |
Senin–Kamis : 07.30 -13.30Jum’at : 07.30 -11.30Minggu : 07.30 –12.00Sabtu : 07.30 -13.30 Hari besar: Tutup
| Fakultas Biologi UGM Pimpinan : | Khusus | Koleksi museum ini terdiri dari:
| Jumlah koleksi kurang lebih 3.752 buah |
| Museum Benteng Yogyakarta | Benteng Vredeburg Jl. Jenderal A. Yani No. 6 Yogyakarta 55121 Telp. 586934, 510996 Fax 586934 |
Selasa-Kamis: 08.30– 13.30 Jumat : 08.30– 11.00 Sabtu : 08.30– 12.00 Minggu : 08.30– 13.00
Dewasa/asing: Rp Anak-anak : Rp | Pemerintah Pimpinan : Drs. Wahyu Indrasana | Khusus | Koleksi museum ini terdiri dari
| Jumlah koleksi 6.124 buah |
| Museum Perjuangan Yogyakarta (Museum Benteng Yogyakarta Unit II) | Jl. Kolonel Sugiyono no.24 Yogyakarta 55153 Telp. 387576 |
Selasa-Kamis : 08.00 -13.00 Jumat : 08.00 -11.00 Senin dan hari besar tutup
Dewasa : Rp Anak-anak: Rp Asing : Rp
| Pemerintah Koordinator : Drs. Suharja | Khusus | Koleksi museum ini terdiri dari patung kepala pahlawan nasional, panil relief perjuangan dan benda-benda lain yang erat kaitannya dengan perjuangan fisik melawan Belanda.
| Jumlah koleksi kurang lebih 200 buah |
| Bebadan Museum Puro Paku Alaman | Puro Pakualaman, Jl. Sultan Agung, Yogyakarta 55112 Telp. 562161 |
Senin, Kamis, Minggu : 9.30 - 13.30
| Puro Paku Alaman Pimpinan : K.P.H. Angling Kusumo | Khusus | Koleksi unggulannya adalah benda bersejarah yang bernilai tinggi, yang merupakan atribut Keprabon Raja Keluarga Pakualaman. | Jumlah koleksi kurang lebih 85 buah |
| Bebadan Museum Keraton Yogyakarta | Pagelaran Siti Hinggil, Kompleks Kraton Yogyakarta |
Senin-Kamis : 08.30 – 14.00 Jumat : 08.30 – 12.30 Sabtu & Minggu: 8.30-14.30
Domestik : Rp 2.500 Asing : Rp 7.500 | Kraton Yogyakarta Pimpinan : Gusti Prabu | Umum | Koleksi museum ini terdiri dari
| Jumlah koleksi lebih dari 1.500 buah |
| Museum Batik Yogyakarta | Jl. Dr. Sutomo No. 13 A Yogyakarta 55211 Telp. 562338 |
Senin-Minggu: 09.00 – 15.00 Hari Besar: libur
Umum Rp 10.000 Pelajar Rp 2.500 | Yayasan Museum Batik Yogyakarta Pimpinan : Hadi Nugroho | Khusus | Koleksi museum ini adalah
| Jumlah koleksi 1.336 buah |
| Museum Kebun Binatang Gembira Loka | Jl. Kebun Raya No. 2 Yogyakarta 55171 Telp. 373861, 374792 |
Setiap hari : 07.00 –17.00
| Yayasan Gembira Loka Pimpinan : K.M.T.A. Tirtodiningrat | Umum | Koleksi museum ini terdiri dari bebagai jenis binatang dari dalam dan luar negeri yang melengkapi koleksi kebun binatang, seperti komodo (Varanus Komodoensis), dan orang utan (Pongo Pignaeus). | Jumlah koleksi 15.000 buah flora dan 1.799 ekor fauna. |
| Museum RS. Mata Dr. YAP | Jl. Teuku Cik Ditiro no. 5 Terban, Yogyakarta |
Senin-Sabtu: 9.00-14.00
| Yayasan RSM Dr. Yap Prawiro Husodo Pimpinan : Magdalena Indrawati | Khusus | Koleksi museum ini meliputi:
| Jumlah koleksi 1.400 buah |
2. Museum di Kabupaten Sleman
| No. | Nama | Alamat | Pengelolaan | Kepemilikan | Sifat | Jenis Koleksi | Data koleksi |
| | Museum Lukis Affandi | Jl. Laksda Adisucipto No. 167 Papringan, Caturtunggal, Depok Sleman Yogyakarta 55281 Telp 562593 Fax 562593 |
Minggu-Jumat : 09.00– 16.00 Sabtu : 09.00– 13.00
Domestik : Rp Asing : Rp | Yayasan Affandi Pimpinan : Juki Affandi | Khusus | Koleksi museum ini terdiri dari
| Koleksi lukisan lebih dari 300 buah. |
| | Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta | Pangkalan TNI AU Adisucipto Yogyakarta Telp. 564466 ext. 5217 |
Minggu-Sabtu : 08.00 –15.00Jum’at & hari besar: tutup
| TNI AU Pimpinan : Letkol. Sus. Djoko Purnomo, BA | Khusus | Koleksi museum ini terdiri dari Heraldika (bendera, panji-panji, pataka, badge, tanda pangkat), Alutsita Udara (pesawat terbang tempur, pesawat pembom, pesawat penyergap, pesawat pengangkut, pesawat peluncur dan olahraga), juga bermacam jenis senjata. | Jumlah Koleksi 950 buah |
| | Museum Monumen Yogya Kembali | Jl. Lingkar Utara, Jongkang, Sariharjo, Ngaglik, Sleman Yogyakarta Telp. 868225, 868239 Fax 868239 |
Selasa-Minggu: 08.00– 16.00
Domestik : Rp 2.000 Asing : Rp 5.000 | Yayasan Monumen Yogya Kembali Pimpinan : Letkol. Purn. R.H. Soerjono | Khusus | Koleksi museum ini terdiri dari: tandu dan dokar Panglima Besar Sudirman, realia, replika, foto, dokumen, heraldika, berbagai jenis senjata, evokatif dapur umum, Palang Merah Indonesia, dan daftar nama 423 pahlawan clash II di DIY. | Jumlah koleksi 3.737 buah |
| | Museum Geoteknologi Mineral UPN “Veteran” | Jl. Babarsari 2 Tambak Bayan Yogyakarta 55281 Telp. 485268, 486991 ext.17 |
Senin- Jumat: 08.00 – 14.30
| UPT UPN “Veteran” Yogyakarta Pimpinan : | Khusus | Koleksi museum ini terdiri dari
| Jumlah koleksi 1.252 buah |
| | Museum Seni Lukis Kontemporer Indonesia “Nyoman Gunarsa” | Jl. Wulung No. 43 Papringan Catur Tunggal, Depok, Sleman Telp. 564330 |
Senin - Sabtu : 09.00 – 16.00
| Drs. Nyoman Gunarsa | Khusus | Koleksi museum ini terdiri dari lukisan yang mencapai 500 buah, terdiri dari karya Nyoman Gunarsa sendiri, serta koleksi karya seniman lainnya berupa seni kriya dan patung. | Jumlah koleksi 700 buah |
| | Museum Budaya Jawa Ullen Sentalu | Dalem Kasuargan Jl. Boyong, Kaliurang, Sleman Yogyakarta Telp. 880156 Fax 881743 Email: Ullen@indosat.net.id
|
Selasa-Minggu: 09.00– 15.00
Dewasa/wisman: Rp 35.000 Pelajar & anak : Rp 25.000 | Yayasan Ulating Blencong Pimpinan : K.M.T. Projoharyono | Khusus | Koleksi museum ini terdiri dari koleksi Batik kuno dari empat jaman kerajaan Jawa kuno, lukisan, benda aksesoris dan foto. | Jumlah koleksi 1.266 buah |
| | Museum Purbakala Tamanwisata Prambanan | Jl. Raya Yogya–Solo km 16, Prambanan, Sleman Yogyakarta 57454 Telp. 496402 Fax 496406 |
Senin-Minggu: 06.00– 17.00
Dewasa : Rp 1.000 Pelajar & anak : Rp 500 | PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko | Khusus | Koleksi museum ini terdiri dari temuan Situs Wanabaya dan Prambanan serta candi disekitarnya. Koleksi museum ini berupa benda perhiasan emas dari berbagai bentuk, fragmen gerabah dan foto-foto tentang pemugaran Candi Prambanan. | |
| | Museum Monumen Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia Mandala Bhakti Wanitatama Yogyakarta (Museum Hari Ibu KOWANI) | Jl. Adisucipto 86-88 Sleman Yogyakarta Telp. 587818, 513282 Fax 520360 |
Senin-Kamis : 09.00– 16.00 Jumat-Sabtu : 09.00– 13.00
Rp 500 | Yayasan hari Ibu KOWANI Pimpinan: Ny. Hj. Tuti I. Loekman Soetrisno | Khusus | Menyimpan koleksi seragam ABRI dan Dharma Pertiwi, dan diorama perjuangan wanita Indonesia dari masa ke masa. | Jumlah koleksi 401 buah |
| | Museum Monumen Pahlawan Pancasila Kentungan | Kentungan, Condongcatur, Depok Telp 562319 |
Senin-Kamis : 08.00– 12.00 Jumat : 8.00-11.00 Sabtu : 09.00– 12.00
Sukarela | Dinas Sosial Pimpinan : Dra. Herawati | Khusus | Museum ini menyimpan koleksi relief yang menggambarkan peristiwa pembunuhan terhadap pahlawan revolusi, yaitu Brigjen Katamso dan Kol Sugiyono. | Koleksi relief 8 buah. |
3. Museum di Kabupaten Bantul
| No. | Nama | Alamat | Pengelolaan | Kepemilikan | Sifat | Jenis Koleksi | Data koleksi |
| 1. | Museum Wayang Kekayon Yogyakarta | Jl. Yogya – Wonosari km 7 No. 277 Baturetno, Banguntapan Bantul Yogyakarta Telp. 513218, 379058 Fax 513218 Email: museumkakayon@usa.net |
Setiap hari: 08.00– 15.00
Domestik : Rp 3.000 Asing : Rp 5.000 Pelajar : Rp 2.000 | Yayasan Sosial Wayang Kekayon Yogyakarta Pimpinan : R.M. Donny Surya Megananda, S.Si. | Khusus |
| Koleksi wayang berjumlah sekitar 6000 buah |
| 2 | Museum Tembi (Budaya Jawa) | Jl. Parangtritis Km 8,4, Dusun Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta Telp. 368001, 368004 Fax 368001 Web: www.tembi.org
|
Senin-Jumat : 08.30 – 16.30 Sabtu-Minggu : 09.00 – 13.00
| Pimpinan: N. Nuranto | Khusus | Merupakan sebuah rumah Jawa Tradisional lengkap dengan peralatan yang digunakan keseharian oleh masyarakat Jawa tradisional. Peralatan-peralatan yang ditampilkan mulai dari alat kesenian, senjata tradisional masyarakat Jawa, alat permainan anak, alat membatik sampai dengan peralatan pertanian dan dapur yang semuanya bernuansa etnis Jawa. | |
3. Museum Gumuk Pasir : Museum pendidikan dan Ilmu Pengtahuan, lokasinya di Kabupaten Bantul
4. Museum di Kabupaten Gunung Kidul
| No. | Nama | Alamat | Pengelolaan | Kepemilikan | Sifat | Jenis Koleksi | Data koleksi |
| | Museum Kayu Wanagama | Desa Gading, Playen (Jl. Jogja-Wonosari Km 30) |
Setiap hari : 8.00-17.00 (rencana)
Rp 1500 (rencana) | Fakultas Kehutanan UGM Pimpinan : Prof. Dr. Ir. Hj. Oemi Hani’in Suseno | Khusus | Museum ini menyimpan koleksi kerajinan kayu dari berbagai daerah di Indonesia, topeng batik Gunungkidul, patung manusia dan fosil kayu. | |