c

Thursday, 4 June 2009

GOLEK "PAMULARSIH"

Jumlah Penari
1 ( satu ) orang
Sekilas Cerita
Menggambarkan remaja putri yang sedang merias diri
Tata Pakaian
- Hiasan kepala memakai Jamang
- Telinga dengan sumping
- Cundhuk Menthul
- Cundhuk Jungkat
- Pelik dari kertas dan ketep
- Ceplok , jebehan
- Kondhe dengan Sinyong
- Godhegan
- Kalung Tanggalan
- Sepasang kelat bahu
- Sabuk
- Sondher ( sampur ) Cindhe
- Kain Batik parang rusak
- Baju tanpa lengan dari bahan beludru
Tata Iringan
Gendhing Pamularsih

BEKSAN TUGU WASESA

Pencipta
Sri Sultan Hamengku Buwono I
Tahun
1755-1792
Jumlah Penari
4 (empat ) orang putra
Property
Tombak
Sekilas Cerita
Dari siklus Panji , menggambarkan perang antara Prabu Tuguwasesa seorang raja negara Jenggala melawan Prabu Dasalengkara seorang raja Negara Pudak setegal , diakhiri dengan kemenangan Prabu Tuguwasesa
Tata Pakaian
- Irah-irahan dengan Songkok berhiasan benang emas
- Telinga dengan Sumping Mangkara memakai Oncen
- Kelat Bahu
- Kalung Tanggalan
- Kaweng Cindhe
- Sabuk dan Boro Cindhe
- Kamus dan Kretep
- Sondher ( sampur ) Cindhe
- Celana Cindhe bentuk Panji-panji
- Kain batik bercorak Parang rusak Barong gurdha
- Buntal
- Keris bentuk Gayaman memakai oncen
Tata Iringan
- Lagon Ngelik Laras slendro Pathet Manyuro
- Gending Rino- rino laras slendro Pathet Manyuro
- Gendhing Sumirat laras Slendro Pathet Manyuro untuk maju gendhing
- Gendhing Gajah Tama laras slendro pathet Manyuro untuk enjeran
- Perang dengan gendhing kala Ganjur laras slendro pathet Manyuro
Keterangan

Tarian ini dengan ragam tari Gagah Kalang Kinantang. Tari ini merupakan koleksi Kraton Yogyakarta.

LAWUNG AGENG

Pencipta
Sri Sultan Hamengku Buwono I
Tahun
1755-1792
Jumlah Penari
16 (enam belas ) orang
Nama Posisi Penari
- Lawung jajar
- Lawung Lurah
- Botoh
- Salaotho
- Ploncon
Property
Lawung ( Tongkat panjang dengan ujung tumpul )
Sekilas Cerita
Menggambarkan para prajurit yang sedang latihan perang sambil menunggang kuda dengan senjata Lawung. Akan tetapi dibalik , secara visual menggambarkan latihan perang prajurit ada nilai filosofinya , yaitu menggambarkan suami isteri yang memadu kasih atas dasar itu tari Lawung di Kraton Yogyakarta selalu dipentaskan pada upacara temu pengantin
Tata Pakaian
- Irah-irahan dengan tephen kondhe Bineset, belakang dengan hiasan bunga yang diletakkan pada cundhuk berwarna emas dan rambut yang diklabang
- Telinga dengan grompolan
- Kelatbahu bentuk Candra Kiranan sepasang
- Kalung Tanggalan
- Kaweng Cindhe
- Sabuk dan bara Cindhe
- Kamus dan Kretep
- Sondher ( sampur ) Cindhe
- Celana Panji- Panji Cindhe
- Kain Batik Corak poleng

LANGENDRIYA "DAMARWULAN KROMO"

Pencipta
K.G.P.A.A Mangkubumi Putera Sri Sultan Hamengku Buwono VI
Tahun
1876
Komposisi
Dilakukan dengan posisi jongkok dengan dialog dan tembang Macapat dan tembang tengahan ,diselingi dengan dialog biasa
Sekilas Cerita
Mengambil dari serat Damarwulan yang mengisahkan perjalanan hidup Damarwulan,setelah Damarwulan berhasil membunuh Menakjinggo seorang Adipati Blambangan , ia dijadikan raja di negara Majapahit dengan gelar Prabu Brawijaya serta Dewi Kencana Wungu sebagai Permaisurinya
Tata Pakaian
Kostum Penari

KLONO TOPENG

Jumlah Penari
1 (satu) orang
Property
Topeng
Sekilas Cerita
Diambil dari siklus Panji Yang menggambarkan Prabu Klono Sewandono Jatuh cinta pada Dewi Candrakirana seorang putri Raja Kediri , karena sedang dirundung asmara maka ia selalu merias dirinya , ini tergambarkan pada ragam dan gerak tari yang menggambarkan orang yang sedang merias dirinya
Tata Pakaian
-Irah- irahan dengan bentuk tekes
-Topeng berwarna merah tua
-Telinga memakai sumping , oncen
-Kalung Tanggalan
-Sepasang kelat bahu
-Kaweng Cindhe
-Sabuk dan Bara Cindhe
-Kamus dan kretep
-2 (dua) sondher ( satu dikalungkan )
-Celana Cindhe bentuk Panji-panji
-Buntal
-Kain batik corak Barong Gurdha
-Keris branggah , dikewal
-Oren rambut
Tata Iringan
Gendhing Bendrong bisa laras Slendro atau Pelo