| Pencipta |
| Sri Sultan Hamengku Buwono VIII |
| Jumlah Penari |
| 9 (sembilan ) orang putri |
| Komposisi |
0 0 |
| Nama Posisi Penari |
| 1.Endhel Pajeg 2.Batak 3.Jangga 4.Dhadha 5.Bunthil 6.Apit Ngajeng 7.Apit Wingking 8.Endhel Wedalan Ngajeng 9.Endhel wedalan Wingking |
| Property |
| Pistol |
| Sekilas Cerita |
| Mengisahkan tentang Prabu Harjuna Sosrobahu raja negara Maespati yang melamar Dewi Citrawati puteri raja negara Manggada . Sumantri diutus untuk melamarkan dan berhasil memboyong Dewi Citrawati, setelah dapat menaklukan yang juga melamar sang Dewi . Setelah berhasil Sumantri ingin mencoba kesaktian Prabu Harjuna Sasrabahu , akan tetapi dapat ditaklukan oleh sang Prabu. Akhirnya Dewi Citrawati tetap menjadi isteri Prabu Harjuna Sosrobahu dan Sumantri dijadikan patih negara Maespati |
| Tata Pakaian |
| Pada jaman dahulu Tata pakaian Bedhaya seperti pada tata Pakaian pengantin Basahan ( Kebesaran ). Sekarang ini terdiri atas : - Hiasan kepala dengan jamang - Telinga memakai Ron - Cundhuk menthul - Cundhuk jungkat - Risolin - Pelik - Ceplok jebehan - Kondhe dengan bentuk gelung bokor - Godhegan - Kalung susun - Kelat Bahu - Gelang kana 1 (satu) pasang - Subang 1 (satu) pasang - Cincin 1 (satu) pasang - Baju tanpa lengan dari bahan beludru - Sondher (sampur ) Cindhe - Slepe berwarna emas - Keris bentuk branggah, dengan oncen - Kain batik biasanya bercorak parang rusak |
| Tata Iringan |
| - Gending Ladrang atau sabrangan - Kendhangan Soroyuda - Ketawang , Ayak-ayak , Srepegan |
| Keterangan |
| Komposisi tari Bedhaya tersebut dengan istilah lajuran , yang merupakan bentuk badan manusia. Tari ini merupakan koleksi Kraton Yogyakarta. |
yogyakarta, yogya, jogja, diy, sultan, hamengku buwono, prambanan, budaya, borobudur, mataram, desa budaya, seni, fky,
c
Thursday, 4 June 2009
BEDHAYA "TUNJUNG ANOM"
BEDHAYA "SINOM"
| Pencipta |
| Sri Sultan Hamengku Buwono V |
| Tahun |
| 1921-1939 |
| Jumlah Penari |
| 9 (sembilan ) orang putri |
| Komposisi |
0 0 |
| Nama Posisi Penari |
| 1.Endhel Pajeg 2.Batak 3.Jangga 4.Dhadha 5.Bunthil 6.Apit Ngajeng 7.Apit Wingking 8.Endhel Wedalan Ngajeng 9.Endhel Wedalan Wingking |
| Property |
| Dhuwung ( Keris ) |
| Sekilas Cerita |
| Mengisahkan Dewi Widaninggar dan Dewi Widaningrum yang akan membalas dendam atas kematian Dewi Adaninggar oleh Dewi Kelaswara , akan tetapi mereka dapat dikalahkan oleh senopati negara Koparman. |
| Tata Pakaian |
| Pada jaman dahulu Tata pakaian Bedhaya seperti pada tata pakaian pengantin Basahan ( Kebesaran ). Sekarang ini terdiri atas : - Hiasan kepala dengan jamang - Telinga memakai Ron - Cundhuk menthul - Cundhuk jungkat - Risolin - Pelik - Ceplok jebehan - Kondhe dengan bentuk gelung bokor - Godhegan - Kalung susun - Kelat Bahu - Gelang kana 1 (satu) pasang - Subang 1 (satu) pasang - Cincin 1 (satu) pasang - Baju tanpa lengan dari bahan beludru - Sondher (sampur ) Cindhe - Slepe berwarna emas - Keris bentuk branggah, dengan oncen - Kain batik biasanya bercorak parang rusak |
| Tata Iringan |
| - Gending Ladrang atau sabrangan - Kendhangan Soroyuda - Ketawang , Ayak-ayak , Srepegan |
| Keterangan |
| Komposisi tari Bedhaya tersebut dengan istilah lajuran , yang merupakan bentuk badan manusia. Tari ini merupakan koleksi Kraton Yogyakarta. |
BEDHAYA "KUWUNG-KUWUNG"
| Pencipta |
| Sri Sultan Hamengku Buwono VII |
| Jumlah Penari |
| 9 (sembilan ) orang putri |
| Komposisi |
0 0 |
| Nama Posisi Penari |
| 1.Endhel Pajeg 2.Batak 3.Jangga 4.Dhadha 5.Bunthil 6.Apit Ngajeng 7.Apit Wingking 8.Endhel Wedalan Ngajeng 9.Endhel Wedalan Wingking |
| Property |
| Dhuwung ( keris ) |
| Sekilas Cerita |
| Pada waktu Sri Sultan Hamengku Buwono VII menerima Bintang kehormatan dari pemerintah Belanda |
| Tata Pakaian |
| Pada jaman dahulu Tata pakaian Bedhaya seperti pada tata pakaian pengantin Basahan ( Kebesaran ). Sekarang ini terdiri atas : - Hiasan kepala dengan jamang - Telinga memakai Ron - Cundhuk menthul - Cundhuk jungkat - Risolin - Pelik - Ceplok jebehan - Kondhe dengan bentuk gelung bokor - Godhegan - Kalung susun - Kelat Bahu - Gelang kana 1 (satu) pasang - Subang 1 (satu) pasang - Cincin 1 (satu) pasang - Baju tanpa lengan dari bahan beludru - Sondher (sampur ) Cindhe - Slepe berwarna emas - Keris bentuk branggah, dengan oncen - Kain batik biasanya bercorak parang rusak |
| Tata Iringan |
| - Gending Ladrang atau sabrangan - Kendhangan Soroyuda - Ketawang , Ayak-ayak , Srepegan |
| Keterangan |
| Komposisi tari Bedhaya tersebut dengan istilah lajuran , yang merupakan bentuk badan manusia . Tari ini merupakan koleksi Kraton Yogyakarta. |
GUNTUR SEGARA
| Pencipta |
| Sri Sultan Hamengku Buwono I |
| Tahun |
| 1755-1792 |
| Jumlah Penari |
| 4 ( empat ) orang putra |
| Property |
| Tameng dan Gada / Bindi |
| Sekilas Cerita |
| Mengambil lakon dari wayang Gedho atau ceritera Panji yakni ketika Raden Joyoseno seorang putera raja jenggala dari Ibu Dewi Wandansari , menghadap ayahnya agar diakui sebagai Puteranya . Akan tetapi raja Jenggala belum mau mengakui Joyoseno sebagai puteranya sebelum dapat mengalahkan putera Raden Brojonoto yang bernama Raden Guntur Segara. Di dalam perkelahian itu kedua kesatria tak ada yang kalah maupun menang . Akhirnya Raden Joyoseno diakui sebagai Putera raja Jenggala . |
| Tata Pakaian |
|
| Tata Iringan |
| Maju dengan lagon , ngelik slendro patet Manyuro. Gendhing liwung untuk maju gendhing. Enjer dengan gendhing Kala Ganjur laras slendro patet manyuro |
| Keterangan |
| Tarian dengan ragam Tari Gagah Kambeng. Tari ini merupakan koleksi Kraton Yogyakarta. |
SRIMPI "RENGGOWATI"
| Pencipta |
| Sri Sultan Hamengku Buwono V |
| Tahun |
| 1823-1855 |
| Jumlah Penari |
| 5 (lima ) orang putri |
| Property |
| Boneka Burung Belibis |
| Sekilas Cerita |
| Mengkisahkan tentang Prabu Anglingdarma yang karena kutukan Dewa menjadi burung Belibis putih dalam pengembaraannya ia mencari titisan Dewi Setyawati isterinya yang telah meninggal dunia dengan membakar diri . Sampailah ia ke taman Bojonegara dan bertengger diatas pohon Sumarsana wilis . Secara kebetulan pada saat itu Dewi Renggowati sedang bercengkerama ditaman dan tertarik burung Belibis putih tersebut . Segeralah burung ditangkapnya, diembannya dibawa keperaduan . Akhirnya burung Belibis putih berubah kembali keasalnya yaitu Prabu Anglingdarma, dan dewi Renggowati memang benar titisan Dewi Setyawati isterinya . |
| Tata Pakaian |
| - Hiasan Kepala dengan jamang - Telinga dengan Ron - Cundhuk Menthul - Cundhuk Jungkat - Risolin - Pelik dari kertas dan ketep - Ceplok, jebehan - Kondhe dengan bentuk gelung Bokor - Godhegan - Kalung susun - Kelat bahu - Gelang kana 1 (satu) pasang - Subang 1 ( satu) pasang - Cincin - Baju tanpa lengan dari bahan beludru - Sondher (sampur ) Cindhe - Slepe berwarna emas - Keris bentuk branggah dengan Oncen - Kain batik biasanya bercorak Parang Rusak |
| Tata Iringan |
| - Gendhing Ladrangan atau sabrangan - Kendhangan Soroyudo - Ketawang , ayak-ayak srepegan |
Subscribe to:
Posts (Atom)