1. Kecamatan Pajangan terdiri dari tiga desa yaitu Desa Triwidadi, Desa Sendangsari, dan Desa Guwosari.
Desa Triwidadi adalah salah satu Desa Budaya yang mempunyai potensi sentra industri emping mlinjo, kesenian, dan tradisi masyarakat.
Benda cagar budaya yang ada di Kecamatan Pajangan adalah Gua Selarong, terdapat di Desa Guwosari, periodisasinya Masa Kolonial. Pernah dipakai sebagai salah satu tempat persinggahan Pangeran Diponegoro.
2. Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Pajangan adalah sebagai berikut :
- Jatilan
Terdapat di Desa Triwidadi dan Desa Sendangsari.
Organisasi tertua Wahyu Budoyo Asri, terdapat di Jojoran Wetan Desa Triwidadi, berdiri pada tahun 1972.
- Karawitan
Terdapat di Desa Sendangsari dan Desa Triwidadi.
Organisasi tertua Banyu Bening, terdapat di Mangir Desa Sendangsari, berdiri pada tahun 1995.
- Ketoprak
Terdapat di Butuh Lor Desa Triwidadi, organisasinya Wahyu Tejo Suro, berdiri pada tahun 1990.
- Rodat
Terdapat di Dukuh Desa Guwosari, organisasinya Bintang Sembilan, berdiri pada tahun 1983.
- Slawatan
Terdapat di Desa Guwosari, Desa Triwidadi, dan Desa Sendangsari.
Organisasi tertua Nurul Iman, terdapat di Kentholan Kidul Desa Guwosari, berdiri pada tahun 1975.
3. Upacara adat yang ada di Kecamatan Pajangan adalah sebagai berikut :
- Nyadranan Makam Sewu
Lokasinya di Makam Sewu Desa Sendangsari, pelaksanaannya hari Senin terakhir bulan Ruwah. Upacara adat desa untuk menghormati arwah leluhur yang berupa kenduri ketan kolak apem dan penyelenggaraan pasar rakyat.
- Upacara Merti Dusun Krebet
Lokasinya di Dusun Krebet Desa Sendangsari, pelaksanaannya pada bulan Jumadilakir setiap hari Sabtu. Bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang dikaruniakan Nya.
yogyakarta, yogya, jogja, diy, sultan, hamengku buwono, prambanan, budaya, borobudur, mataram, desa budaya, seni, fky,
c
Thursday, 4 November 2010
Potensi Budaya di Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulonprogo
1. Kecamatan Pengasih terdiri dari tujuh desa yaitu Desa Tawangsari, Desa Karangsari, Desa Kedungsari, Desa Margosari, Desa Pengasih, Desa Sendangsari, dan Desa Sidomulyo.
Desa Sendangsari adalah salah satu Desa Budaya yang mempunyai potensi sentra kerajinan bambu dan sabut kelapa dan potensi kesenian.
2. Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Pengasih adalah sebagai berikut :
- Jatilan
Terdapat di Desa Sendangsari, Desa Tawangsari, Desa Kedungsari, Desa Margosari, Desa Pengasih, dan Desa Karangsari.
Organisasi tertua Manunggal Cipto, terdapat di Gegunung Desa Sendangsari, berdiri pada tahun 1970.
- Karawitan
Terdapat di Desa Sendangsari, Desa Tawangsari, Desa Margosari, dan Desa Pengasih.
Organisasi tertua Sri Mudo Tomo, terdapat di Paingan Desa Sendangsari, berdiri pada tahun 1952.
- Ketoprak
Terdapat di Desa Sendangsari, Desa Margosari, Desa Pengasih, Desa Sidomulyo, dan Desa Kedungsari.
Organisasi tertua Kridho Mudho, terdapat di Mrunggi Desa Sendangsari, berdiri pada tahun 1955.
- Panjidor
Terdapat di Blubuk Desa Sendangsari, organisasinya Nur Amin, berdiri pada tahun 1989.
- Slawatan
Terdapat di Desa Sendangsari, Desa Tawangsari, Desa Kedungsari, Desa Margosari, Desa Karangsari, Desa Sidomulyo, dan Desa Pengasih.
Organisasi tertua Pendem, terdapat di Pendem Desa Sidomulyo, berdiri pada tahun 1950.
- Incling
Terdapat di Desa Sendangsari, Desa Sidomulyo, dan Desa Kedungsari.
Organisasi tertua Tanggulangin, terdapat di Tanggulangin Desa Sidomulyo, berdiri pada tahun 1977.
3. Upacara adat yang ada di Kecamatan Pengasih adalah Upacara Ngrapyak Sendang, alamatnya Gondangan Desa Sidomulyo, pelaksanaannya hari Jumat Kliwon pukul 12.30 WIB bulan dan tanggalnya tidak tentu, pelakunya masyarakat Gondangan.
Upacara selamatan yaitu permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui penunggu Sendang Raden Ayu Ambar Wungu dan penunggu punden Paroman yaitu Raden Bagus Damarjati.
Desa Sendangsari adalah salah satu Desa Budaya yang mempunyai potensi sentra kerajinan bambu dan sabut kelapa dan potensi kesenian.
2. Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Pengasih adalah sebagai berikut :
- Jatilan
Terdapat di Desa Sendangsari, Desa Tawangsari, Desa Kedungsari, Desa Margosari, Desa Pengasih, dan Desa Karangsari.
Organisasi tertua Manunggal Cipto, terdapat di Gegunung Desa Sendangsari, berdiri pada tahun 1970.
- Karawitan
Terdapat di Desa Sendangsari, Desa Tawangsari, Desa Margosari, dan Desa Pengasih.
Organisasi tertua Sri Mudo Tomo, terdapat di Paingan Desa Sendangsari, berdiri pada tahun 1952.
- Ketoprak
Terdapat di Desa Sendangsari, Desa Margosari, Desa Pengasih, Desa Sidomulyo, dan Desa Kedungsari.
Organisasi tertua Kridho Mudho, terdapat di Mrunggi Desa Sendangsari, berdiri pada tahun 1955.
- Panjidor
Terdapat di Blubuk Desa Sendangsari, organisasinya Nur Amin, berdiri pada tahun 1989.
- Slawatan
Terdapat di Desa Sendangsari, Desa Tawangsari, Desa Kedungsari, Desa Margosari, Desa Karangsari, Desa Sidomulyo, dan Desa Pengasih.
Organisasi tertua Pendem, terdapat di Pendem Desa Sidomulyo, berdiri pada tahun 1950.
- Incling
Terdapat di Desa Sendangsari, Desa Sidomulyo, dan Desa Kedungsari.
Organisasi tertua Tanggulangin, terdapat di Tanggulangin Desa Sidomulyo, berdiri pada tahun 1977.
3. Upacara adat yang ada di Kecamatan Pengasih adalah Upacara Ngrapyak Sendang, alamatnya Gondangan Desa Sidomulyo, pelaksanaannya hari Jumat Kliwon pukul 12.30 WIB bulan dan tanggalnya tidak tentu, pelakunya masyarakat Gondangan.
Upacara selamatan yaitu permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui penunggu Sendang Raden Ayu Ambar Wungu dan penunggu punden Paroman yaitu Raden Bagus Damarjati.
Potensi Budaya di Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman
1. Kecamatan Seyegan terdiri dari lima desa yaitu Desa Margoluwih, Desa Margodadi, Desa Margokaton, Desa Margomulyo, dan Desa Margoagung.
Benda cagar budaya yang ada di Kecamatan Seyegan adalah Situs Klaci, terdapat di Desa Margoluwih, periodisasinya Masa Klasik, berupa sisa pondasi bangunan candi.
2. Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Seyegan adalah sebagai berikut :
- Jatilan
Terdapat di Desa Margomulyo, Desa Margodadi, Desa Margoluwih, dan Desa Margoagung.
Organisasi tertua Turangga Budaya, terdapat di Tegal Gentan Desa Margoagung, berdiri pada tahun 1950.
- Karawitan
Terdapat di Desa Margodadi, Desa Margoluwih, Desa Margoagung, dan Desa Margokaton.
Organisasi tertua Adhem Ayem, terdapat di Krapyak Desa Margoagung, berdiri pada tahun 1980.
- Ketoprak
Terdapat di Desa Margomulyo, Desa Margodadi, dan Desa Margoagung.
Organisasi tertua Mudha Wirama, terdapat di Kesuran Desa Margodadi, berdiri pada tahun 1949.
- Emprak
Terdapat di Ngentak Desa Margoluwih, organisasinya Mardi Laras, berdiri pada tahun 1970.
- Slawatan
Terdapat di Desa Margomulyo, Desa Margoluwih, Desa Margoagung, dan Desa Margokaton.
Organisasi tertua Maulud, terdapat di Klinyo Desa Margoluwih, berdiri pada tahun 1938.
- Campursari
Terdapat di Desa Margomulyo dan Desa Margoluwih.
Organisasi tertua Tunas Harapan, terdapat di Gerjen Desa Margomulyo, berdiri pada tahun 1987.
3. Upacara adat yang ada di Kecamatan Seyegan adalah sebagai berikut :
- Bersih Desa Tuk Si Bedhug
Terdapat di Mranggen Desa Margodadi, pelaksanaannya setiap Jumat Pahing bulan Maulud, upacara ini dimaksudkan untuk melakukan bersih desa, mohon keselamatan dan rezeki bagi masyarakat sekitar Tuk Si Bedhug.
- Bersih Desa Mbah Bregas
Terdapat di Ngino Desa Margoagung, pelaksanaannya Jumat Kliwon bulan Suro, setiap dua tahun sekali, upacara ini dimaksudkan untuk melakukan bersih desa.
Benda cagar budaya yang ada di Kecamatan Seyegan adalah Situs Klaci, terdapat di Desa Margoluwih, periodisasinya Masa Klasik, berupa sisa pondasi bangunan candi.
2. Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Seyegan adalah sebagai berikut :
- Jatilan
Terdapat di Desa Margomulyo, Desa Margodadi, Desa Margoluwih, dan Desa Margoagung.
Organisasi tertua Turangga Budaya, terdapat di Tegal Gentan Desa Margoagung, berdiri pada tahun 1950.
- Karawitan
Terdapat di Desa Margodadi, Desa Margoluwih, Desa Margoagung, dan Desa Margokaton.
Organisasi tertua Adhem Ayem, terdapat di Krapyak Desa Margoagung, berdiri pada tahun 1980.
- Ketoprak
Terdapat di Desa Margomulyo, Desa Margodadi, dan Desa Margoagung.
Organisasi tertua Mudha Wirama, terdapat di Kesuran Desa Margodadi, berdiri pada tahun 1949.
- Emprak
Terdapat di Ngentak Desa Margoluwih, organisasinya Mardi Laras, berdiri pada tahun 1970.
- Slawatan
Terdapat di Desa Margomulyo, Desa Margoluwih, Desa Margoagung, dan Desa Margokaton.
Organisasi tertua Maulud, terdapat di Klinyo Desa Margoluwih, berdiri pada tahun 1938.
- Campursari
Terdapat di Desa Margomulyo dan Desa Margoluwih.
Organisasi tertua Tunas Harapan, terdapat di Gerjen Desa Margomulyo, berdiri pada tahun 1987.
3. Upacara adat yang ada di Kecamatan Seyegan adalah sebagai berikut :
- Bersih Desa Tuk Si Bedhug
Terdapat di Mranggen Desa Margodadi, pelaksanaannya setiap Jumat Pahing bulan Maulud, upacara ini dimaksudkan untuk melakukan bersih desa, mohon keselamatan dan rezeki bagi masyarakat sekitar Tuk Si Bedhug.
- Bersih Desa Mbah Bregas
Terdapat di Ngino Desa Margoagung, pelaksanaannya Jumat Kliwon bulan Suro, setiap dua tahun sekali, upacara ini dimaksudkan untuk melakukan bersih desa.
Potensi Budaya di Kecamatan Temon Kabupaten Kulonprogo
1. Kecamatan Temon terdiri dari lima belas desa yaitu Desa Jangkaran, Desa Sindutan, Desa Palihan, Desa Glagah, Desa Kalidengen, Desa Plumbon, Desa Kedundang, Desa Demen, Desa Kulur, Desa Kaligintung, Desa Temon Wetan, Desa Temon Kulon, Desa Kebonrejo, Desa Janten, dan Desa Karangwuluh.
Desa Glagah adalah salah satu Desa Budaya yang mempunyai potensi seni rupa (lukisan) dan potensi kesenian.
2. Benda cagar budaya yang ada di Kecamatan Temon adalah sebagai berikut :
- Situs Stupa Glagah, lokasinya di Sidorejo Temon, periodisasi Masa Klasik, digali pada tahun 1989.
- Makam Girigondo, lokasinya di Desa Kaligintung, periodisasi Masa Islam, living monument.
- Pesanggrahan Pakualaman, lokasinya di Desa Glagah, periodisasi Masa Islam.
3. Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Temon adalah sebagai berikut :
- Jatilan
Terdapat di Desa Glagah, Desa Kaligintung, dan Desa Kulur.
Organisasi tertua Wahyu Turonggo, terdapat di Desa Kaligintung, berdiri pada tahun 1981.
- Karawitan
Terdapat di Desa Plumbon, Desa Glagah, Desa Palihan, dan Desa Kaligintung.
Organisasi tertua Laras Iromo, terdapat di Kretek Desa Glagah, berdiri pada tahun 1988.
- Ketoprak
Terdapat di Desa Temon Kulon, Desa Plumbon, Desa Demen, Desa Kalidengen, dan Desa Glagah.
Organisasi tertua Kridho Budaya, terdapat di Desa Kalidengen, berdiri pada tahun 1959.
- Angguk
Terdapat di Kaligayam Desa Kulur, organisasinya Puspa Rini, berdiri pada tahun 1993.
- Slawatan
Terdapat di Desa Palihan, Desa Sindutan, Desa Kalidengen, Desa Temon Wetan, Desa Demen, Desa Kulur, Desa Kaligintung, Desa Kedundang, Desa Kebonrejo, Desa Janten, dan Desa Plumbon.
Organisasi tertua Choirul Fata, terdapat di Desa Janten, berdiri pada tahun 1955.
- Campursari
Terdapat di Desa Glagah, Desa Karangwuluh, dan Desa Kedundang.
Organisasi tertua Madya Iromo, terdapat di Kretek Desa Glagah, berdiri pada tahun 1997.
Desa Glagah adalah salah satu Desa Budaya yang mempunyai potensi seni rupa (lukisan) dan potensi kesenian.
2. Benda cagar budaya yang ada di Kecamatan Temon adalah sebagai berikut :
- Situs Stupa Glagah, lokasinya di Sidorejo Temon, periodisasi Masa Klasik, digali pada tahun 1989.
- Makam Girigondo, lokasinya di Desa Kaligintung, periodisasi Masa Islam, living monument.
- Pesanggrahan Pakualaman, lokasinya di Desa Glagah, periodisasi Masa Islam.
3. Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Temon adalah sebagai berikut :
- Jatilan
Terdapat di Desa Glagah, Desa Kaligintung, dan Desa Kulur.
Organisasi tertua Wahyu Turonggo, terdapat di Desa Kaligintung, berdiri pada tahun 1981.
- Karawitan
Terdapat di Desa Plumbon, Desa Glagah, Desa Palihan, dan Desa Kaligintung.
Organisasi tertua Laras Iromo, terdapat di Kretek Desa Glagah, berdiri pada tahun 1988.
- Ketoprak
Terdapat di Desa Temon Kulon, Desa Plumbon, Desa Demen, Desa Kalidengen, dan Desa Glagah.
Organisasi tertua Kridho Budaya, terdapat di Desa Kalidengen, berdiri pada tahun 1959.
- Angguk
Terdapat di Kaligayam Desa Kulur, organisasinya Puspa Rini, berdiri pada tahun 1993.
- Slawatan
Terdapat di Desa Palihan, Desa Sindutan, Desa Kalidengen, Desa Temon Wetan, Desa Demen, Desa Kulur, Desa Kaligintung, Desa Kedundang, Desa Kebonrejo, Desa Janten, dan Desa Plumbon.
Organisasi tertua Choirul Fata, terdapat di Desa Janten, berdiri pada tahun 1955.
- Campursari
Terdapat di Desa Glagah, Desa Karangwuluh, dan Desa Kedundang.
Organisasi tertua Madya Iromo, terdapat di Kretek Desa Glagah, berdiri pada tahun 1997.
Wednesday, 27 October 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)