Kecamatan Wates terdiri dari delapan desa yaitu Desa Karangwuni, Desa Sogan, Desa Kulwaru, Desa Ngestiharjo, Desa Bendungan, Desa Triharjo, Desa Giripeni, dan Desa Wates.
Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Wates adalah sebagai berikut :
- Jatilan
Terdapat di Desa Bendungan dan Desa Sogan.
Organisasi tertua Margoreno, terdapat di Desa Sogan, berdiri pada tahun 1985.
- Karawitan
Terdapat di Desa Ngestiharjo, Desa Sogan, Desa Kulwaru, Desa Karangwuni, dan Desa Wates.
Organisasi tertua Sinar Budaya, terdapat di Desa Kulwaru, berdiri pada tahun 1973.
- Ketoprak
Terdapat di Desa Sogan, Desa Karangwuni, Desa Wates, dan Desa Triharjo.
Organisasi tertua Pantai Muda Budaya, terdapat di Desa Karangwuni, berdiri pada tahun 1980.
- Macapat
Terdapat di Desa Ngestiharjo, Desa Giripeni, dan Desa Wates.
Organisasi tertua Granti, terdapat di Desa Ngestiharjo, berdiri pada tahun 1986.
- Slawatan
Terdapat di Desa Ngestiharjo, Desa Sogan, Desa Kulwaru, Desa Karangwuni, Desa Triharjo, dan Desa Giripeni.
Organisasi tertua Al Maulud, terdapat di Kalikepek Desa Giripeni, berdiri pada tahun 1970.
- Qasidah
Terdapat di Desa Sogan, Desa Triharjo, dan Desa Wates.
Organisasi tertua Al Hidayah, terdapat di Terbah Desa Wates, berdiri pada tahun 1987.
- Campursari
Terdapat di Desa Sogan, Desa Bendungan, Desa Triharjo, dan Desa Wates.
Organisasi tertua Tri Tunggal, terdapat di Desa Triharjo, berdiri pada tahun 1997.
- Rodat
Terdapat di Kewirun Desa Kulwaru, organisasinya Dullah Sayuti, berdiri pada tahun 1988.
- Berjanjen
Terdapat di Desa Kulwaru dan Desa Giripeni.
Organisasi tertua Al Fatah, terdapat di Kedungpri Desa Giripeni, berdiri pada tahun 1985.
yogyakarta, yogya, jogja, diy, sultan, hamengku buwono, prambanan, budaya, borobudur, mataram, desa budaya, seni, fky,
c
Thursday, 4 November 2010
Potensi Budaya di Kecamatan Kalibawang Kabupaten Kulonprogo
1. Kecamatan Kalibawang terdiri dari empat desa yaitu Desa Banjararum, Desa Banjarasri, Desa Banjarharjo, dan Desa Banjaroya.
Desa Banjarharjo adalah salah satu Desa Budaya yang mempunyai potensi benda cagar budaya Makam Nyi Ageng Serang, periodisasinya Masa Kolonial, dan potensi kesenian.
2. Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Kalibawang adalah sebagai berikut :
- Jatilan
Terdapat di Desa Banjararum, Desa Banjarharjo, Desa Banjarasri, dan Desa Banjaroya.
Organisasi tertua Boro Suci, terdapat di Boro Desa Banjarasri, berdiri pada tahun 1970.
- Karawitan
Terdapat di Desa Banjarharjo, Desa Banjaroya, Desa Banjararum, dan Desa Banjarasri.
Organisasi tertua Margosuko, terdapat di Duren Sawit Desa Banjaroya, berdiri pada tahun 1977.
- Ketoprak
Terdapat di Desa Banjarasri, Desa Banjaroya, Desa Banjararum, dan Desa Banjarharjo.
Organisasi tertua Eko Prasetyo, terdapat di Gonosari Desa Banjarasri, berdiri pada tahun 1977.
- Macapatan
Terdapat di Demangan Desa Banjarharjo, organisasinya Mardi Sworo, berdiri pada tahun 1989.
- Slawatan
Terdapat di Desa Banjararum, Desa Banjarasri, Desa Banjarharjo, dan Desa Banjaroya.
Organisasi tertua Setrek, terdapat di Tanjung Desa Banjaroya, berdiri pada tahun 1971.
- Kubrosiswo
Terdapat di Desa Banjaroya dan Desa Banjarharjo.
Organisasi tertua Tunas Muda, terdapat di Demangan Desa Banjarharjo, berdiri pada tahun 1983.
- Campursari
Terdapat di Desa Banjaroya, Desa Banjararum, dan Desa Banjarharjo.
Organisasi tertua Sekar Mudo, terdapat di Duwet I Desa Banjarharjo, berdiri pada tahun 1997.
- Srandul
Terdapat di Cikalan Desa Banjarharjo, organisasinya Srandul Boyongan, berdiri pada tahun 1970.
3. Upacara adat yang ada di Kecamatan Kalibawang adalah upacara yang ada di Sendangsono Desa Banjaroya Kecamatan Kalibawang, pelaksanaannya bulan Mei, organisasi pelaksananya Gereja Katholik Sendangsono dan pemeluk Agama Katholik.
Desa Banjarharjo adalah salah satu Desa Budaya yang mempunyai potensi benda cagar budaya Makam Nyi Ageng Serang, periodisasinya Masa Kolonial, dan potensi kesenian.
2. Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Kalibawang adalah sebagai berikut :
- Jatilan
Terdapat di Desa Banjararum, Desa Banjarharjo, Desa Banjarasri, dan Desa Banjaroya.
Organisasi tertua Boro Suci, terdapat di Boro Desa Banjarasri, berdiri pada tahun 1970.
- Karawitan
Terdapat di Desa Banjarharjo, Desa Banjaroya, Desa Banjararum, dan Desa Banjarasri.
Organisasi tertua Margosuko, terdapat di Duren Sawit Desa Banjaroya, berdiri pada tahun 1977.
- Ketoprak
Terdapat di Desa Banjarasri, Desa Banjaroya, Desa Banjararum, dan Desa Banjarharjo.
Organisasi tertua Eko Prasetyo, terdapat di Gonosari Desa Banjarasri, berdiri pada tahun 1977.
- Macapatan
Terdapat di Demangan Desa Banjarharjo, organisasinya Mardi Sworo, berdiri pada tahun 1989.
- Slawatan
Terdapat di Desa Banjararum, Desa Banjarasri, Desa Banjarharjo, dan Desa Banjaroya.
Organisasi tertua Setrek, terdapat di Tanjung Desa Banjaroya, berdiri pada tahun 1971.
- Kubrosiswo
Terdapat di Desa Banjaroya dan Desa Banjarharjo.
Organisasi tertua Tunas Muda, terdapat di Demangan Desa Banjarharjo, berdiri pada tahun 1983.
- Campursari
Terdapat di Desa Banjaroya, Desa Banjararum, dan Desa Banjarharjo.
Organisasi tertua Sekar Mudo, terdapat di Duwet I Desa Banjarharjo, berdiri pada tahun 1997.
- Srandul
Terdapat di Cikalan Desa Banjarharjo, organisasinya Srandul Boyongan, berdiri pada tahun 1970.
3. Upacara adat yang ada di Kecamatan Kalibawang adalah upacara yang ada di Sendangsono Desa Banjaroya Kecamatan Kalibawang, pelaksanaannya bulan Mei, organisasi pelaksananya Gereja Katholik Sendangsono dan pemeluk Agama Katholik.
Potensi Budaya di Kecamatan Kokap Kabupaten Kulonprogo
1. Kecamatan Kokap terdiri dari lima desa yaitu Desa Hargomulyo, Desa Hargorejo, Desa Hargowilis, Desa Kalirejo, dan Desa Hargotirto.
Desa Hargomulyo adalah salah satu Desa Budaya yang mempunyai potensi sentra kerajinan angklung, sentra pakaian ketoprak dan potensi kesenian.
Benda cagar budaya yang ada di Kecamatan Kokap adalah Petilasan Gonotirto lokasinya di Desa Hargotirto, Petilasan Sunan Geseng lokasinya di Desa Hargorejo, dan Makam Pangeran Joyokusumo lokasinya di Desa Kalirejo.
2. Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Kokap adalah sebagai berikut :
- Jatilan
Terdapat di Desa Hargomulyo, Desa Hargorejo, Desa Hargowilis, Desa Kalirejo, dan Desa Hargotirto.
Organisasi tertua Langen Krida Turangga, terdapat di Kriyan Desa Hargorejo, berdiri pada tahun 1948.
- Karawitan
Terdapat di Desa Hargowilis, Desa Kalirejo, dan Desa Hargomulyo.
Organisasi tertua Laras Madyo, terdapat di Plampang II Desa Kalirejo, berdiri pada tahun 1984.
- Ketoprak
Terdapat di Desa Hargotirto, Desa Hargowilis, Desa Kalirejo, dan Desa Hargomulyo.
Organisasi tertua Mardi Santoso, terdapat di Clapar Desa Hargowilis, berdiri pada tahun 1951.
- Gejog Lesung
Terdapat di Tangkisan I Desa Hargomulyo, organisasinya Ngudi Lestari, berdiri pada tahun 1995.
- Slawatan
Terdapat di Desa Hargomulyo, Desa Hargorejo, Desa Hargowilis, Desa Kalirejo, dan Desa Hargotirto.
Organisasi tertua Ngudi Budoyo, terdapat di Tangkisan I Desa Hargomulyo, berdiri pada tahun 1950.
- Incling
Terdapat di Desa Hargomulyo, Desa Hargorejo, dan Desa Hargowilis.
Organisasi tertua Langen Budaya, terdapat di Pripih Desa Hargomulyo, berdiri pada tahun 1967.
- Angguk
Terdapat di Desa Hargomulyo, organisasi tertua Al Mukmin, berdiri pada tahun 1972.
- Campursari
Terdapat di Desa Hargomulyo dan Desa Hargotirto.
Organisasi tertua Madya Laras, terdapat di Segajih Desa Hargotirto, berdiri pada tahun 2000.
3. Upacara adat yang ada di Kecamatan Kokap adalah sebagai berikut :
- Upacara Kalibuka
Terdapat di Desa Kalirejo, waktu pelaksanaan bulan Sapar Selasa Kliwon, setiap tahun sekali, pelakunya masyarakat Desa Kalirejo.
Upacara yang berkaitan dengan legenda Sunan Kalijaga yang melempar tusuk sate sehingga tumbuh menjadi serumpun bambu (Pring Gedhe). Upacara berupa kenduri dengan sesaji wedhus kendit.
- Upacara Rebo Wekasan
Terdapat di Desa Hargowilis, waktu pelaksanaan bulan Sapar hari Rabu terakhir (wekasan) setiap tahun sekali, pelakunya masyarakat Desa Hargowilis.
Tokoh yang dimitoskan sebagai cikal bakal desa tersebut yaitu Syeh Bandiman, Ki Patih Malangganjur dan Ki Banyubiru. Pelaksanaan di rumah Kadus setempat dengan tahlilan, dengan maksud agar diberi berkah, keselamatan dan murah rezeki dari Tuhan Yang Maha Esa.
Desa Hargomulyo adalah salah satu Desa Budaya yang mempunyai potensi sentra kerajinan angklung, sentra pakaian ketoprak dan potensi kesenian.
Benda cagar budaya yang ada di Kecamatan Kokap adalah Petilasan Gonotirto lokasinya di Desa Hargotirto, Petilasan Sunan Geseng lokasinya di Desa Hargorejo, dan Makam Pangeran Joyokusumo lokasinya di Desa Kalirejo.
2. Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Kokap adalah sebagai berikut :
- Jatilan
Terdapat di Desa Hargomulyo, Desa Hargorejo, Desa Hargowilis, Desa Kalirejo, dan Desa Hargotirto.
Organisasi tertua Langen Krida Turangga, terdapat di Kriyan Desa Hargorejo, berdiri pada tahun 1948.
- Karawitan
Terdapat di Desa Hargowilis, Desa Kalirejo, dan Desa Hargomulyo.
Organisasi tertua Laras Madyo, terdapat di Plampang II Desa Kalirejo, berdiri pada tahun 1984.
- Ketoprak
Terdapat di Desa Hargotirto, Desa Hargowilis, Desa Kalirejo, dan Desa Hargomulyo.
Organisasi tertua Mardi Santoso, terdapat di Clapar Desa Hargowilis, berdiri pada tahun 1951.
- Gejog Lesung
Terdapat di Tangkisan I Desa Hargomulyo, organisasinya Ngudi Lestari, berdiri pada tahun 1995.
- Slawatan
Terdapat di Desa Hargomulyo, Desa Hargorejo, Desa Hargowilis, Desa Kalirejo, dan Desa Hargotirto.
Organisasi tertua Ngudi Budoyo, terdapat di Tangkisan I Desa Hargomulyo, berdiri pada tahun 1950.
- Incling
Terdapat di Desa Hargomulyo, Desa Hargorejo, dan Desa Hargowilis.
Organisasi tertua Langen Budaya, terdapat di Pripih Desa Hargomulyo, berdiri pada tahun 1967.
- Angguk
Terdapat di Desa Hargomulyo, organisasi tertua Al Mukmin, berdiri pada tahun 1972.
- Campursari
Terdapat di Desa Hargomulyo dan Desa Hargotirto.
Organisasi tertua Madya Laras, terdapat di Segajih Desa Hargotirto, berdiri pada tahun 2000.
3. Upacara adat yang ada di Kecamatan Kokap adalah sebagai berikut :
- Upacara Kalibuka
Terdapat di Desa Kalirejo, waktu pelaksanaan bulan Sapar Selasa Kliwon, setiap tahun sekali, pelakunya masyarakat Desa Kalirejo.
Upacara yang berkaitan dengan legenda Sunan Kalijaga yang melempar tusuk sate sehingga tumbuh menjadi serumpun bambu (Pring Gedhe). Upacara berupa kenduri dengan sesaji wedhus kendit.
- Upacara Rebo Wekasan
Terdapat di Desa Hargowilis, waktu pelaksanaan bulan Sapar hari Rabu terakhir (wekasan) setiap tahun sekali, pelakunya masyarakat Desa Hargowilis.
Tokoh yang dimitoskan sebagai cikal bakal desa tersebut yaitu Syeh Bandiman, Ki Patih Malangganjur dan Ki Banyubiru. Pelaksanaan di rumah Kadus setempat dengan tahlilan, dengan maksud agar diberi berkah, keselamatan dan murah rezeki dari Tuhan Yang Maha Esa.
Potensi Budaya di Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunungkidul
1. Kecamatan Ngawen terdiri dari enam desa yaitu Desa Tancep, Desa Sambirejo, Desa Jurangjero, Desa Kampung, Desa Beji, dan Desa Watusigar.
Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Ngawen adalah sebagai berikut :
- Campursari
Terdapat di Desa Sambirejo, organisasinya Langen Kusuma, berdiri pada tahun 1997.
- Karawitan
Terdapat di Desa Watusigar, Desa Kampung, Desa Beji, dan Desa Jurangjero.
Organisasi tertua Hargo Laras, terdapat di Duren Desa Kampung, berdiri pada tahun 1970.
- Ketoprak
Terdapat di Desa Watusigar, organisasinya Ngudi Budi, berdiri pada tahun 1975.
- Terbangan
Terdapat di Kepel Desa Kampung, organisasinya Laras Madya, berdiri pada tahun 1975.
- Cokekan
Terdapat di Desa Sambirejo, organisasinya Nglaras Wiromo, berdiri pada tahun 1977.
- Rinding Gumbeng
Terdapat di Duren Desa Beji, organisasinya Ngluri Seni, berdiri pada tahun 1980.
- Musik Bambu
Terdapat di Desa Tancep dan Desa Kampung.
Organisasi tertua Arumba, terdapat di Tempuran Desa Kampung, berdiri pada tahun 1986.
- Reog
Terdapat di Desa Jurangjero dan Desa Kampung.
Organisasi tertua Wira Jaya, terdapat di Jambu Desa Jurangjero.
2. Upacara adat yang ada di Kecamatan Ngawen adalah Rasulan / Sadranan, lokasinya di Desa Tancep, Desa Sambirejo, Desa Jurangjero, Desa Kampung, Desa Beji, dan Desa Watusigar. Pelaksanaannya antara bulan Suro dan Sapar, setelah panen selesai, pelakunya masyarakat desa.
Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Ngawen adalah sebagai berikut :
- Campursari
Terdapat di Desa Sambirejo, organisasinya Langen Kusuma, berdiri pada tahun 1997.
- Karawitan
Terdapat di Desa Watusigar, Desa Kampung, Desa Beji, dan Desa Jurangjero.
Organisasi tertua Hargo Laras, terdapat di Duren Desa Kampung, berdiri pada tahun 1970.
- Ketoprak
Terdapat di Desa Watusigar, organisasinya Ngudi Budi, berdiri pada tahun 1975.
- Terbangan
Terdapat di Kepel Desa Kampung, organisasinya Laras Madya, berdiri pada tahun 1975.
- Cokekan
Terdapat di Desa Sambirejo, organisasinya Nglaras Wiromo, berdiri pada tahun 1977.
- Rinding Gumbeng
Terdapat di Duren Desa Beji, organisasinya Ngluri Seni, berdiri pada tahun 1980.
- Musik Bambu
Terdapat di Desa Tancep dan Desa Kampung.
Organisasi tertua Arumba, terdapat di Tempuran Desa Kampung, berdiri pada tahun 1986.
- Reog
Terdapat di Desa Jurangjero dan Desa Kampung.
Organisasi tertua Wira Jaya, terdapat di Jambu Desa Jurangjero.
2. Upacara adat yang ada di Kecamatan Ngawen adalah Rasulan / Sadranan, lokasinya di Desa Tancep, Desa Sambirejo, Desa Jurangjero, Desa Kampung, Desa Beji, dan Desa Watusigar. Pelaksanaannya antara bulan Suro dan Sapar, setelah panen selesai, pelakunya masyarakat desa.
Potensi Budaya di Kecamatan Pajangan Kabupaten Bantul
1. Kecamatan Pajangan terdiri dari tiga desa yaitu Desa Triwidadi, Desa Sendangsari, dan Desa Guwosari.
Desa Triwidadi adalah salah satu Desa Budaya yang mempunyai potensi sentra industri emping mlinjo, kesenian, dan tradisi masyarakat.
Benda cagar budaya yang ada di Kecamatan Pajangan adalah Gua Selarong, terdapat di Desa Guwosari, periodisasinya Masa Kolonial. Pernah dipakai sebagai salah satu tempat persinggahan Pangeran Diponegoro.
2. Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Pajangan adalah sebagai berikut :
- Jatilan
Terdapat di Desa Triwidadi dan Desa Sendangsari.
Organisasi tertua Wahyu Budoyo Asri, terdapat di Jojoran Wetan Desa Triwidadi, berdiri pada tahun 1972.
- Karawitan
Terdapat di Desa Sendangsari dan Desa Triwidadi.
Organisasi tertua Banyu Bening, terdapat di Mangir Desa Sendangsari, berdiri pada tahun 1995.
- Ketoprak
Terdapat di Butuh Lor Desa Triwidadi, organisasinya Wahyu Tejo Suro, berdiri pada tahun 1990.
- Rodat
Terdapat di Dukuh Desa Guwosari, organisasinya Bintang Sembilan, berdiri pada tahun 1983.
- Slawatan
Terdapat di Desa Guwosari, Desa Triwidadi, dan Desa Sendangsari.
Organisasi tertua Nurul Iman, terdapat di Kentholan Kidul Desa Guwosari, berdiri pada tahun 1975.
3. Upacara adat yang ada di Kecamatan Pajangan adalah sebagai berikut :
- Nyadranan Makam Sewu
Lokasinya di Makam Sewu Desa Sendangsari, pelaksanaannya hari Senin terakhir bulan Ruwah. Upacara adat desa untuk menghormati arwah leluhur yang berupa kenduri ketan kolak apem dan penyelenggaraan pasar rakyat.
- Upacara Merti Dusun Krebet
Lokasinya di Dusun Krebet Desa Sendangsari, pelaksanaannya pada bulan Jumadilakir setiap hari Sabtu. Bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang dikaruniakan Nya.
Desa Triwidadi adalah salah satu Desa Budaya yang mempunyai potensi sentra industri emping mlinjo, kesenian, dan tradisi masyarakat.
Benda cagar budaya yang ada di Kecamatan Pajangan adalah Gua Selarong, terdapat di Desa Guwosari, periodisasinya Masa Kolonial. Pernah dipakai sebagai salah satu tempat persinggahan Pangeran Diponegoro.
2. Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Pajangan adalah sebagai berikut :
- Jatilan
Terdapat di Desa Triwidadi dan Desa Sendangsari.
Organisasi tertua Wahyu Budoyo Asri, terdapat di Jojoran Wetan Desa Triwidadi, berdiri pada tahun 1972.
- Karawitan
Terdapat di Desa Sendangsari dan Desa Triwidadi.
Organisasi tertua Banyu Bening, terdapat di Mangir Desa Sendangsari, berdiri pada tahun 1995.
- Ketoprak
Terdapat di Butuh Lor Desa Triwidadi, organisasinya Wahyu Tejo Suro, berdiri pada tahun 1990.
- Rodat
Terdapat di Dukuh Desa Guwosari, organisasinya Bintang Sembilan, berdiri pada tahun 1983.
- Slawatan
Terdapat di Desa Guwosari, Desa Triwidadi, dan Desa Sendangsari.
Organisasi tertua Nurul Iman, terdapat di Kentholan Kidul Desa Guwosari, berdiri pada tahun 1975.
3. Upacara adat yang ada di Kecamatan Pajangan adalah sebagai berikut :
- Nyadranan Makam Sewu
Lokasinya di Makam Sewu Desa Sendangsari, pelaksanaannya hari Senin terakhir bulan Ruwah. Upacara adat desa untuk menghormati arwah leluhur yang berupa kenduri ketan kolak apem dan penyelenggaraan pasar rakyat.
- Upacara Merti Dusun Krebet
Lokasinya di Dusun Krebet Desa Sendangsari, pelaksanaannya pada bulan Jumadilakir setiap hari Sabtu. Bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang dikaruniakan Nya.
Subscribe to:
Posts (Atom)