1. Kecamatan Gedangsari terdiri dari tujuh desa yaitu Desa Hargomulyo, Desa Mertelu, Desa Watugajah, Desa Sampang, Desa Serut, Desa Ngalang, dan Desa Tegalrejo.
Upacara adat yang ada di Kecamatan Gedangsari adalah sebagai berikut :
- Rasulan Gubug Gede
Lokasinya di Pengonan Gubug Gede, Desa Ngalang.
Waktunya bulan Juli / Agustus, Ruwah / Rejeb.
- Rasulan / Sadranan
Lokasinya di Desa Hargomulyo, Desa Mertelu, Desa Watugajah, Desa Sampang, Desa Serut, dan Desa Tegalrejo.
Waktunya antara bulan Suro dan Sapar, setelah panen selesai, pelaksananya masyarakat desa.
2. Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Gedangsari adalah sebagai berikut :
- Karawitan, terdapat di :
Desa Ngalang, organisasinya Ngudi Laras, Ngesti Laras, Laras Wati, dan Rasa Manunggal.
Desa Mertelu, organisasinya Ngudi Laras dan Krido Mudo.
Desa Sampang, organisasinya Laraswati, Ngriptolaras, dan Larasati.
Desa Watugajah, organisasinya Larasmadya.
Desa Serut, organisasinya Ngesti Budoyo dan Niti Laras.
Desa Tegalrejo, organisasinya Setyo Laras, Madyo Laras, dan Ngudi Laras.
- Terbangan
Terdapat di Desa Tegalrejo, organisasinya Dhikir Maulud.
- Jathilan
Terdapat di Jetis, Desa Hargomulyo, organisasinya Turonggo Madya Budaya.
yogyakarta, yogya, jogja, diy, sultan, hamengku buwono, prambanan, budaya, borobudur, mataram, desa budaya, seni, fky,
c
Thursday, 4 November 2010
Potensi Budaya di Kecamatan Nglipar Kabupaten Gunungkidul
1. Kecamatan Nglipar terdiri dari tujuh desa yaitu Desa Natah, Desa Pilangrejo, Desa Kedungpoh, Desa Pengkol, Desa Kedungkeris, Desa Katongan, dan Desa Nglipar.
Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Nglipar adalah sebagai berikut :
- Karawitan
Terdapat di Desa Kedungpoh, Desa Katongan, Desa Pilangrejo, Desa Pengkol, dan Desa Nglipar.
Organisasi tertua Mardi Laras, terdapat di Desa Pilangrejo, berdiri pada tahun 1970.
- Slawatan
Terdapat di Desa Pilangrejo, organisasi tertua Dikir Mulud, berdiri pada tahun 1957.
- Terbangan
Terdapat di Desa Kedungpoh, organisasinya Wirama Laras, berdiri pada tahun 1989.
- Ketoprak
Terdapat di Sriten Desa Pilangrejo, organisasinya Harga Budoyo, berdiri pada tahun 1978.
- Reog
Terdapat di Desa Kedungpoh, Desa Katongan, Desa Pilangrejo, dan Desa Pengkol.
Organisasi tertua Raja Budaya, terdapat di Desa Pilangrejo, berdiri pada tahun 1975.
- Cokekan
Terdapat di Nglebak Desa Katongan, organisasinya Manunggal Setyo, berdiri pada tahun 1980.
2. Upacara adat yang ada di Kecamatan Nglipar adalah Rasulan / Sadranan.
Terdapat di Desa Natah, Desa Pilangrejo, Desa Kedungpoh, Desa Pengkol, Desa Kedungkeris, Desa Katongan, dan Desa Nglipar. Pelaksanaannya antara bulan Suro dan Sapar, setelah panen selesai, pelakunya masyarakat desa.
Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Nglipar adalah sebagai berikut :
- Karawitan
Terdapat di Desa Kedungpoh, Desa Katongan, Desa Pilangrejo, Desa Pengkol, dan Desa Nglipar.
Organisasi tertua Mardi Laras, terdapat di Desa Pilangrejo, berdiri pada tahun 1970.
- Slawatan
Terdapat di Desa Pilangrejo, organisasi tertua Dikir Mulud, berdiri pada tahun 1957.
- Terbangan
Terdapat di Desa Kedungpoh, organisasinya Wirama Laras, berdiri pada tahun 1989.
- Ketoprak
Terdapat di Sriten Desa Pilangrejo, organisasinya Harga Budoyo, berdiri pada tahun 1978.
- Reog
Terdapat di Desa Kedungpoh, Desa Katongan, Desa Pilangrejo, dan Desa Pengkol.
Organisasi tertua Raja Budaya, terdapat di Desa Pilangrejo, berdiri pada tahun 1975.
- Cokekan
Terdapat di Nglebak Desa Katongan, organisasinya Manunggal Setyo, berdiri pada tahun 1980.
2. Upacara adat yang ada di Kecamatan Nglipar adalah Rasulan / Sadranan.
Terdapat di Desa Natah, Desa Pilangrejo, Desa Kedungpoh, Desa Pengkol, Desa Kedungkeris, Desa Katongan, dan Desa Nglipar. Pelaksanaannya antara bulan Suro dan Sapar, setelah panen selesai, pelakunya masyarakat desa.
Potensi Budaya di Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulonprogo
1. Kecamatan Samigaluh terdiri dari tujuh desa yaitu Desa Kebonharjo, Desa Banjarsari, Desa Purwoharjo, Desa Gerbosari, Desa Ngargosari, Desa Pagerharjo, dan Desa Sidoharjo.
Desa Pagerharjo adalah salah satu Desa Budaya yang mempunyai potensi kesenian cukup banyak.
Benda cagar budaya yang ada di Kecamatan Samigaluh adalah Situs Pringtali, terdapat di Pringtali Desa Kebonharjo, periodisasinya Masa Klasik, berupa pondasi bangunan candi.
2. Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Samigaluh adalah sebagai berikut :
- Jatilan
Terdapat di Desa Gerbosari dan Desa Pagerharjo.
Organisasi tertua Mudho Budoyo, terdapat di Jeruk Desa Gerbosari, berdiri pada tahun 1978.
- Karawitan
Terdapat di Desa Pagerharjo, Desa Ngargosari, Desa Sidoharjo, dan Desa Purwoharjo.
Organisasi tertua Eka Manunggal, terdapat di Jethis Desa Pagerharjo, berdiri pada tahun 1951.
- Ketoprak
Terdapat di Desa Gerbosari, Desa Pagerharjo, Desa Banjarsari, Desa Ngargosari, dan Desa Purwoharjo.
Organisasi tertua Sedyabudoyo, terdapat di Mandalo Desa Pagerharjo, berdiri pada tahun 1960.
- Lengger
Terdapat di Desa Pagerharjo, organisasi tertua Indratirta, terdapat di Nglingga Desa Pagerharjo, berdiri pada tahun 1938.
- Slawatan
Terdapat di Desa Gerbosari, Desa Pagerharjo, Desa Ngargosari, dan Desa Kebonharjo.
Organisasi tertua Sunah Nabi, terdapat di Jaringan Desa Kebonharjo, berdiri pada tahun 1940.
3. Upacara adat yang ada di Kecamatan Samigaluh adalah Barithon.
Terdapat di Sawan, Karang, Desa Gerbosari, pelaksanaannya Jumat Kliwon setelah panen raya, pelakunya masyarakat desa.
Upacara sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan meningkatkan perhargaan terhadap hewan ternak yang berupa sesaji ketupat, penghormatan terhadap ternak, dan pentas kesenian.
Desa Pagerharjo adalah salah satu Desa Budaya yang mempunyai potensi kesenian cukup banyak.
Benda cagar budaya yang ada di Kecamatan Samigaluh adalah Situs Pringtali, terdapat di Pringtali Desa Kebonharjo, periodisasinya Masa Klasik, berupa pondasi bangunan candi.
2. Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Samigaluh adalah sebagai berikut :
- Jatilan
Terdapat di Desa Gerbosari dan Desa Pagerharjo.
Organisasi tertua Mudho Budoyo, terdapat di Jeruk Desa Gerbosari, berdiri pada tahun 1978.
- Karawitan
Terdapat di Desa Pagerharjo, Desa Ngargosari, Desa Sidoharjo, dan Desa Purwoharjo.
Organisasi tertua Eka Manunggal, terdapat di Jethis Desa Pagerharjo, berdiri pada tahun 1951.
- Ketoprak
Terdapat di Desa Gerbosari, Desa Pagerharjo, Desa Banjarsari, Desa Ngargosari, dan Desa Purwoharjo.
Organisasi tertua Sedyabudoyo, terdapat di Mandalo Desa Pagerharjo, berdiri pada tahun 1960.
- Lengger
Terdapat di Desa Pagerharjo, organisasi tertua Indratirta, terdapat di Nglingga Desa Pagerharjo, berdiri pada tahun 1938.
- Slawatan
Terdapat di Desa Gerbosari, Desa Pagerharjo, Desa Ngargosari, dan Desa Kebonharjo.
Organisasi tertua Sunah Nabi, terdapat di Jaringan Desa Kebonharjo, berdiri pada tahun 1940.
3. Upacara adat yang ada di Kecamatan Samigaluh adalah Barithon.
Terdapat di Sawan, Karang, Desa Gerbosari, pelaksanaannya Jumat Kliwon setelah panen raya, pelakunya masyarakat desa.
Upacara sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan meningkatkan perhargaan terhadap hewan ternak yang berupa sesaji ketupat, penghormatan terhadap ternak, dan pentas kesenian.
Potensi Budaya di Kecamatan Sentolo Kabupaten Kulonprogo
1. Kecamatan Sentolo terdiri dari delapan desa yaitu Desa Demangrejo, Desa Srikayangan, Desa Tuksono, Desa Salamrejo, Desa Sukoreno, Desa Kaliagung, Desa Sentolo, dan Desa Banguncipto.
Desa Sukoreno adalah salah satu Desa Budaya yang mempunyai potensi sentra kerajinan bambu dan anyaman serta kesenian.
2. Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Sentolo adalah sebagai berikut :
- Jatilan
Terdapat di Desa Salamrejo, Desa Srikayangan, Desa Tuksono, Desa Demangrejo, Desa Banguncipto, Desa Kaliagung, Desa Sentolo, dan Desa Sukoreno.
Organisasi tertua Turangga Muda, terdapat di Karangpatihan Desa Demangrejo, berdiri pada tahun 1930.
- Karawitan
Terdapat di Desa Salamrejo, Desa Tuksono, Desa Demangrejo, Desa Banguncipto, Desa Kaliagung, Desa Sentolo, dan Desa Sukoreno.
Organisasi tertua Muda Baroto, terdapat di Banaran Kidul Desa Banguncipto, berdiri pada tahun 1948.
- Ketoprak
Terdapat di Desa Salamrejo, Desa Srikayangan, Desa Tuksono, Desa Banguncipto, Desa Kaliagung, Desa Sentolo, dan Desa Sukoreno.
Organisasi tertua Ketoprak Siwalan, terdapat di Siwalan Desa Sentolo, berdiri pada tahun 1950.
- Reog
Terdapat di Desa Srikayangan dan Desa Tuksono. Organisasi tertua Reog Tri Manunggal, terdapat di Panjul Desa Srikayangan, berdiri pada tahun 1992.
- Oglek
Terdapat di Desa Salamrejo, Desa Srikayangan, Desa Tuksono, Desa Demangrejo, Desa Sentolo, dan Desa Sukoreno.
Organisasi tertua Langen Budaya, terdapat di Taruban Wetan Desa Tuksono, berdiri pada tahun 1950.
- Slawatan
Terdapat di Desa Salamrejo, Desa Srikayangan, Desa Tuksono, Desa Demangrejo, Desa Banguncipto, Desa Kaliagung, Desa Sentolo, dan Desa Sukoreno.
Organisasi tertua Slawatan Bulak, terdapat di Bulak Desa Tuksono, berdiri pada tahun 1932.
- Campursari
Terdapat di Desa Srikayangan dan Desa Sentolo.
Organisasi tertua Sekar Manis, terdapat di Dlaban Desa Sentolo, berdiri pada tahun 1998.
- Qasidah
Terdapat di Desa Banguncipto dan Desa Sentolo.
Organisasi tertua Qasidah Malangan, terdapat di Malangan Desa Sentolo, berdiri pada tahun 1962.
- Keroncong
Terdapat di Desa Sentolo dan Desa Sukoreno.
Organisasi tertua Irama Senja, terdapat di Pengangan Desa Sentolo, berdiri pada tahun 1983.
- Rodat
Terdapat di Desa Tuksono dan Desa Demangrejo.
Organisasi tertua Rodat Kalisoka, terdapat di Kalisoka Desa Tuksono, berdiri pada tahun 1960.
- Kobrasiswa
Terdapat di Jetak Desa Sentolo, organisasinya Kobrasiswa Jetak, berdiri pada tahun 1994.
3. Potensi upacara adat yang ada di Kecamatan Sentolo adalah sebagai berikut :
- Upacara Bersih Dusun Tuksono
Terdapat di Desa Tuksono, waktu pelaksanaan bulan Besar, hari dan pasaran tidak tetap dan dilaksanakan satu tahun sekali, pelakunya masyarakat Tuksono.
Upacara mboyong Mbok Sri atau Dewi Padi dari wiwit (methik) dengan selamatan kemudian dibawa pulang (pedaringan). Setelah panen dengan mboyong Mbok Sri warga mengadakan syukuran kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui Eyang Kertayuda (Cikal bakal Tuksono) agar diberi keselamatan dan apa yang diinginkan dapat terkabul.
- Upacara Saparan Banguncipto
Terdapat di Desa Banguncipto, waktu pelaksanaan bulan Sapar, Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon setiap tahun sekali, pelakunya masyarakat Sorogenen. Upacara dilaksanakan di Sorogenen, merupakan petilasan Kyai / Nyai Sorogeni Surani istri dari Blambangan yang menetap disitu. Sorogenen berada di Gunung Karang. Maksud upacara mengucapkan sedekah di Petilasan.
Desa Sukoreno adalah salah satu Desa Budaya yang mempunyai potensi sentra kerajinan bambu dan anyaman serta kesenian.
2. Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Sentolo adalah sebagai berikut :
- Jatilan
Terdapat di Desa Salamrejo, Desa Srikayangan, Desa Tuksono, Desa Demangrejo, Desa Banguncipto, Desa Kaliagung, Desa Sentolo, dan Desa Sukoreno.
Organisasi tertua Turangga Muda, terdapat di Karangpatihan Desa Demangrejo, berdiri pada tahun 1930.
- Karawitan
Terdapat di Desa Salamrejo, Desa Tuksono, Desa Demangrejo, Desa Banguncipto, Desa Kaliagung, Desa Sentolo, dan Desa Sukoreno.
Organisasi tertua Muda Baroto, terdapat di Banaran Kidul Desa Banguncipto, berdiri pada tahun 1948.
- Ketoprak
Terdapat di Desa Salamrejo, Desa Srikayangan, Desa Tuksono, Desa Banguncipto, Desa Kaliagung, Desa Sentolo, dan Desa Sukoreno.
Organisasi tertua Ketoprak Siwalan, terdapat di Siwalan Desa Sentolo, berdiri pada tahun 1950.
- Reog
Terdapat di Desa Srikayangan dan Desa Tuksono. Organisasi tertua Reog Tri Manunggal, terdapat di Panjul Desa Srikayangan, berdiri pada tahun 1992.
- Oglek
Terdapat di Desa Salamrejo, Desa Srikayangan, Desa Tuksono, Desa Demangrejo, Desa Sentolo, dan Desa Sukoreno.
Organisasi tertua Langen Budaya, terdapat di Taruban Wetan Desa Tuksono, berdiri pada tahun 1950.
- Slawatan
Terdapat di Desa Salamrejo, Desa Srikayangan, Desa Tuksono, Desa Demangrejo, Desa Banguncipto, Desa Kaliagung, Desa Sentolo, dan Desa Sukoreno.
Organisasi tertua Slawatan Bulak, terdapat di Bulak Desa Tuksono, berdiri pada tahun 1932.
- Campursari
Terdapat di Desa Srikayangan dan Desa Sentolo.
Organisasi tertua Sekar Manis, terdapat di Dlaban Desa Sentolo, berdiri pada tahun 1998.
- Qasidah
Terdapat di Desa Banguncipto dan Desa Sentolo.
Organisasi tertua Qasidah Malangan, terdapat di Malangan Desa Sentolo, berdiri pada tahun 1962.
- Keroncong
Terdapat di Desa Sentolo dan Desa Sukoreno.
Organisasi tertua Irama Senja, terdapat di Pengangan Desa Sentolo, berdiri pada tahun 1983.
- Rodat
Terdapat di Desa Tuksono dan Desa Demangrejo.
Organisasi tertua Rodat Kalisoka, terdapat di Kalisoka Desa Tuksono, berdiri pada tahun 1960.
- Kobrasiswa
Terdapat di Jetak Desa Sentolo, organisasinya Kobrasiswa Jetak, berdiri pada tahun 1994.
3. Potensi upacara adat yang ada di Kecamatan Sentolo adalah sebagai berikut :
- Upacara Bersih Dusun Tuksono
Terdapat di Desa Tuksono, waktu pelaksanaan bulan Besar, hari dan pasaran tidak tetap dan dilaksanakan satu tahun sekali, pelakunya masyarakat Tuksono.
Upacara mboyong Mbok Sri atau Dewi Padi dari wiwit (methik) dengan selamatan kemudian dibawa pulang (pedaringan). Setelah panen dengan mboyong Mbok Sri warga mengadakan syukuran kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui Eyang Kertayuda (Cikal bakal Tuksono) agar diberi keselamatan dan apa yang diinginkan dapat terkabul.
- Upacara Saparan Banguncipto
Terdapat di Desa Banguncipto, waktu pelaksanaan bulan Sapar, Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon setiap tahun sekali, pelakunya masyarakat Sorogenen. Upacara dilaksanakan di Sorogenen, merupakan petilasan Kyai / Nyai Sorogeni Surani istri dari Blambangan yang menetap disitu. Sorogenen berada di Gunung Karang. Maksud upacara mengucapkan sedekah di Petilasan.
Potensi Budaya di Kecamatan Wates Kabupaten Kulonprogo
Kecamatan Wates terdiri dari delapan desa yaitu Desa Karangwuni, Desa Sogan, Desa Kulwaru, Desa Ngestiharjo, Desa Bendungan, Desa Triharjo, Desa Giripeni, dan Desa Wates.
Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Wates adalah sebagai berikut :
- Jatilan
Terdapat di Desa Bendungan dan Desa Sogan.
Organisasi tertua Margoreno, terdapat di Desa Sogan, berdiri pada tahun 1985.
- Karawitan
Terdapat di Desa Ngestiharjo, Desa Sogan, Desa Kulwaru, Desa Karangwuni, dan Desa Wates.
Organisasi tertua Sinar Budaya, terdapat di Desa Kulwaru, berdiri pada tahun 1973.
- Ketoprak
Terdapat di Desa Sogan, Desa Karangwuni, Desa Wates, dan Desa Triharjo.
Organisasi tertua Pantai Muda Budaya, terdapat di Desa Karangwuni, berdiri pada tahun 1980.
- Macapat
Terdapat di Desa Ngestiharjo, Desa Giripeni, dan Desa Wates.
Organisasi tertua Granti, terdapat di Desa Ngestiharjo, berdiri pada tahun 1986.
- Slawatan
Terdapat di Desa Ngestiharjo, Desa Sogan, Desa Kulwaru, Desa Karangwuni, Desa Triharjo, dan Desa Giripeni.
Organisasi tertua Al Maulud, terdapat di Kalikepek Desa Giripeni, berdiri pada tahun 1970.
- Qasidah
Terdapat di Desa Sogan, Desa Triharjo, dan Desa Wates.
Organisasi tertua Al Hidayah, terdapat di Terbah Desa Wates, berdiri pada tahun 1987.
- Campursari
Terdapat di Desa Sogan, Desa Bendungan, Desa Triharjo, dan Desa Wates.
Organisasi tertua Tri Tunggal, terdapat di Desa Triharjo, berdiri pada tahun 1997.
- Rodat
Terdapat di Kewirun Desa Kulwaru, organisasinya Dullah Sayuti, berdiri pada tahun 1988.
- Berjanjen
Terdapat di Desa Kulwaru dan Desa Giripeni.
Organisasi tertua Al Fatah, terdapat di Kedungpri Desa Giripeni, berdiri pada tahun 1985.
Potensi kesenian yang ada di Kecamatan Wates adalah sebagai berikut :
- Jatilan
Terdapat di Desa Bendungan dan Desa Sogan.
Organisasi tertua Margoreno, terdapat di Desa Sogan, berdiri pada tahun 1985.
- Karawitan
Terdapat di Desa Ngestiharjo, Desa Sogan, Desa Kulwaru, Desa Karangwuni, dan Desa Wates.
Organisasi tertua Sinar Budaya, terdapat di Desa Kulwaru, berdiri pada tahun 1973.
- Ketoprak
Terdapat di Desa Sogan, Desa Karangwuni, Desa Wates, dan Desa Triharjo.
Organisasi tertua Pantai Muda Budaya, terdapat di Desa Karangwuni, berdiri pada tahun 1980.
- Macapat
Terdapat di Desa Ngestiharjo, Desa Giripeni, dan Desa Wates.
Organisasi tertua Granti, terdapat di Desa Ngestiharjo, berdiri pada tahun 1986.
- Slawatan
Terdapat di Desa Ngestiharjo, Desa Sogan, Desa Kulwaru, Desa Karangwuni, Desa Triharjo, dan Desa Giripeni.
Organisasi tertua Al Maulud, terdapat di Kalikepek Desa Giripeni, berdiri pada tahun 1970.
- Qasidah
Terdapat di Desa Sogan, Desa Triharjo, dan Desa Wates.
Organisasi tertua Al Hidayah, terdapat di Terbah Desa Wates, berdiri pada tahun 1987.
- Campursari
Terdapat di Desa Sogan, Desa Bendungan, Desa Triharjo, dan Desa Wates.
Organisasi tertua Tri Tunggal, terdapat di Desa Triharjo, berdiri pada tahun 1997.
- Rodat
Terdapat di Kewirun Desa Kulwaru, organisasinya Dullah Sayuti, berdiri pada tahun 1988.
- Berjanjen
Terdapat di Desa Kulwaru dan Desa Giripeni.
Organisasi tertua Al Fatah, terdapat di Kedungpri Desa Giripeni, berdiri pada tahun 1985.
Subscribe to:
Posts (Atom)