c

Saturday, 27 February 2010

MUSEUM GUMUK PASIR

Museum ini diberi nama Museum Gumuk Pasir dengan dasar bahwa kawasan Parangtritis memiliki gumuk pasir tipe Barchan berbentuk bulan sabit yang langka di Asia Tenggara dan merupakan bentukan alam yang unik di daerah iklim tropis. Museum yang terletak di sebelah barat Pantai Parangtritis dan Parangkusumo ini berdiri secara resmi pada tabggal 1 September 2000 dan diresmikan oleh Ir. Sarwono Kusumaatmaja bertepatan dengan Ulang Tahun ke 37 Fakultas Geografi Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Walaupun demikian, hingga akhir Oktober 2004, museum yang terletak di pantai selatan Yogyakarta ini belum selesai dibangun sehingga mayoritas koleksi masih berada di Fakultas Geografi UGM. Sementara cikal bakal museum sudah dimulai tahun 1992 atas prakarsa Dr. Suratman Worosuprojo, M.Sc, dosen pengajar di fakultas tersebut.

Museum yang berada di tengeh-tengah Gumuk Pasir ini termasuk sesuai dengan namanya banyak mengkoleksi banyak jenis batuan-batuan, mineral, herbarium, Pantai Parangtritis, (Laquer Feel), foto, maket, jenis pasir, karang, binatang laut, dan CD tipologi pantai indonesia. Museum yang termasuk paling muda menjadi anggota Barahmus ini belum banyak memiliki fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung kecuali : tempat parkir, toilet, dan tempat rekreasi berupa gumuk dan pantai. Telepon yang dapat diakses adalah (0274) 902332, 902336, dan HP. 08122966075.

MUSEUM RUMAH SAKIT DR. YAP

Museum yang terletak di Jalan Cik Ditiro 5 ini diresmikan tahun 1997 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Saat ini koleksi masih berada di ruang gudang dan belum tertata rapi sehingga belum siap melayani pengunjung umum. koleksi museum sebagian besar berupa peninggalan almarhum Dr. Yap Hong Tjoen dan Dr. Yap Kie Tiong, pendiri Rumah Sakit Mata “Dr. Yap” Yogyakarta.

Sebagian besar koleksi berubungan dengan peralatan kedokteran bagian mata, peralatan rumah tangga, foto, lukisan, buku, benda elektronik yang berjumlah lebih dari 900 buah. Lukisan Dr. Yap Hong Tjoen merupakan koleksi unggulan. Museum ini juga mempunyai koleksi berupa piring sebagai penghargaan dari Kedaulatan Rakyat saat merayakan HUT-nya ke 10 yang diberikan kepada Dr. Yap atas jasanya memberikan nama surat kabar harian berjudul “ Kedaulatan Rakyat”.

Fasilitas yang ada di museum ini antara lain : Rs Mata “Dr. Yap”, mushola, tempat parkir, perpustakaan, kantin, wartel dan toilet. Telepon yang dapat diakses adalah : (0274) 547448, 550380, 562054.

MUSEUM GEMBIROLOKO

Ide pertama kali mendirikan Gembiro Loko (tempat bersenang-senang) muncul pada tahun 1993. Namun karena banyak kendala, baru tahun 1953 Yayasan Kebun Raya dan Gembro Loko yang bertugas merealisasikan Gembiroloko dapat didirikan Pada tahun 1955. Dilakukan peletakan batu pertama oleh Sri Paku Alam VIII. Pembangunan terus berlangsung hingga tahun 1959 sampai dengan 1975, dan Gembiro Loko dinyatakan mandiri.

Museum Gembiro Loko termasuk salah satu museum di Yogyakarta yang koleksinya paling lengkap terdiri dari jenis tumbuh-tumbuhan dan hewan hidup dan mati. Koleksi tumbuhan tidak kurang dari 60 spesies tanaman langka, seperti miri hutan, kepel, randu alas, keben, siperes dan lain-lain. Sementara spesies hewan yang dimiliki Gembiroloko berjumlah tidak kurang dari 311 jenis, seperti : harimau, kuda nil, jerapah, anoa, gajah, buaya, dll.

Gembiro Loko memiliki banyak fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung dan masyarakat umum, seperti unta tunggang, gajah tunggang, perahu mesin, kantin, becak air, kereta mini, mushola, tempat parkir, toilet, informasi, tempat istirahat, wartel, kantin, pusat oleh-oleh, dll. Telepon yang dapat diakses adalah (0274) 373861,374792 dan fax. 384666.